Kementerian KKP Dorong Budidaya Ikan Kerapu Lamongan

Menteri KKP Edhy Prabowo bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, kunjungi petani tambak di Brondong, Lamongan (Dok. Istimewa)

KBRN, Lamongan : Kabar baik bagi para petani tambak ikan kerapu asal Kabupaten Lamongan. Pasalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian dengan memfasilitasi pembudidayaan serta modal usaha.

Melalui kunjungan kerja Menteri KKP - Edhy Prabowo ke wilayah Kabupaten Lamongan, dia bertemu dengan para petani tambak di wilayah Brondong, dan menyampaikan beberapa kebijakan yang dinilainya menguntungkan.

Salah satunya adalah, sebelumnya Pemerintah tidak melarang kapal kapal asing, seperti dari Jepang, kemudian ada juga dari Hongkong, mengambil ikan kerapu dari wilayah Indonesia alias bebas. Namun, sekarang tidak diperbolehkan.

"Jadi dulunya ada kapal yang boleh ngambil. Dari Jepang, dari Hongkong, dan itu mengambil dari seluruh wilayah Indonesia, bebas. (Setelah) Ada aturannya tentunya dihentikan," ujarnya, Rabu (8/7/2020).

Kementerian KKP telah membuat aturan, yang menurut Edhy sudah sangat cukup mengikat untuk bisa dikontrol. Jadi, lanjut Eshy, kapal asing diizinkan masuk, tapi dipastikan membeli ikan dengan harga terjamin.

"Sekarang berjalan, membuktikan dari ini semua, pertumbuhan ekspor kerapu di Indonesia meningkat sampai 5 persen sekarang ini," tambahnya.

Permintaan kerapu di dunia, lanjut Edhy, sangat tinggi terutama megara China, Hongkong, Taiwan, dan Korea. Tapi uniknya, kerapu yang dijual harus hidup. Kalau hidup, nilainya mahal. Kalau mati, nilainya jatuh.

"Nah makanya kita harus mencari ruang, mencari jalan keluar, bagaimana langkah pertama yang kami lakukan dalam menghidupkan, orang yang beli ikan hidup, silakan masuk dulu. Nanti pelan-pelan, kita juga ikut mempunyai kapal untuk bisa ngangkut," terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir pada kunker Menteri KKP ini mengakui, bahkan kunjungan ini menjadi bentuk dukungan Pemerintah terhadap para petani, khususnya petani budidaya ikan kerapu.

"Terima kasih Pak Menteri. Ini menjadi penguatan bahi para petani, nelayan, untuk bisa survive, ditengah kondisi pandemi," ungkap Khofifah.

Bahkan Khofifah minta agar Menteri KKP akan lebih sering berkunjung ke Jatim, untuk memberikan penguatan dan dorongan semangat bagi para petani tambak, maupun nelayan.

"Insya Allah hadirnya Pak Menteri akan menambah manfaat dan barokah. Jadi matur nuwun sanget (terima kasih banyak) Pak Menteri," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00