PHRI Jatim Minta Semua Pihak Bersinergi

KBRN, Surabaya; Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur meminta semua pihak bersinergi membangkitkan kembali sektor perhotelan.

Ketua PRHI Jatim Dwi Cahyono mengatakan dalam upaya kembali meningkatkan okupansi semua pihak mulai dari biro perjalanan, hotel, restoran hingga souvenir harus bersama-sama bergerak. Apalagi meskipun memasuki masa new normal sektor perhotelan masih termasuk rawan kembali mengalami penurunan.

" Untuk menjaga okupansi ya harus bersama sama melakukan apa yang bisa menarik pengunjung atau tamu. Misalnya travel, hotel, restoran, harus apa. Souvenir juga harus terlibat. Semua harus berkorban bersama karena sampai bulan Agustus rawan sekali " ungkap Dwi dalam diskusi online mengenai tatanan baru pelaku dan otoritas pariwisata provinsi Jawa Timur, Jumat (3/7/2020)

Dwi menambahkan, menerapkan protokol kesehatan saja tidak cukup. Dari survey yang dilakukan terhadap tamu atau pengunjung, secara mengejutkan banyak yang bertanya sejumlah hal penting seperti soal rapid test pegawai, ruang tunggu, ruang isolasi sampai SOP lainnya.

" Kita pernah membuat kuesioner dari tamu yang hadir dimana beberapa diantaranya menanyakan pertanyaan terduga mengenai protokol kesehatan. Seperti apakah pegawai di hotel/restoran sudah melakukan rapid test. Jika saat mengantre untuk check in apakah disedikan ruang tunggu yang nyaman. Apakah ada ruang isolasi sementara jika ada tamu/pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Sampai apakah kolam renang, spa dan gym sudah bisa digunakan" tambah Dwi.

Pertanyaan tersebut menurut Dwi harus mendorong pelaku usaha sampai pemerintah untuk segera mewujudkan standart operational prosedur (SOP). SOP tersebut akan menjadi dasar untuk melaksanakan operasional. Saat ini dikatakan Dwi sejumlah hotel sudah ada yang memasang sertifikat/stiker memenuhi standar protokol kesehatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00