Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur Bulan Juni 2020 naik sebesar 0,99 persen

KBRN, Surabaya: Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur bulan Juni 2020 naik 0,99 persen dari 99,01 menjadi 99,99. Kenaikan NTP ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami Kenaikan lebih tinggi dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan dalam keterangan persnya melalui virtual, Rabu, (1/7/2020), menjelaskan, pada bulan Juni 2020, empat subsektor pertanian mengalami kenaikan NTP dan satu subsektor mengalami penurunan. 

Subsektor yang mengalami kenaikan NTP terbesar terjadi pada subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 2,28 persen dari 97,71 menjadi 99,94, diikuti subsektor Peternakan sebesar 2,23 persen dari 97,36 menjadi 99,53, subsektor Perikanan sebesar 1,23 persen dari 95,56 menjadi 96,73, dan subsektor Tanaman Pangan sebesar 1,06 persen dari 100,28 menjadi 101,35. 

"Sedangkan subsektor yang mengalami penurunan NTP adalah subsektor Hortikultura sebesar 3,11 persen dari 97,96 menjadi 94,91."jelasnya. 

Dari lima Provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada bulan Juni 2020, kata Dadang, empat provinsi mengalami penurunan NTP, dan Satu Provinsi mengalami kenaikan. Penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Banten sebesar 1,74 persen, diikuti Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,52 persen, Provinsi Jawa Barat sebesar 0,44 persen, dan Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,01 persen. 

"Sedangkan Provinsi yang mengalami kenaikan NTP adalah Provinsi Jawa Timur sebesar 0,99 persen."ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00