Bertahan di Tengah Pandemi, Aminudin Kreatif Jual Iki Gulo

KBRN, Surabaya : Virus corona yang berasal dari wuhan, Cina memberikan dampak yang besar bagi dunia termasuk Indonesia. Dampak ini merambah ke berbagai sektor dalam kehidupan dan membuat banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan mereka. Masyarakat yang kehilangan pekerjaan menyebabkan hilangnya pendapatan dan mata pencaharian yang mereka andalkan sehari-hari. Ini membuat orang-orang tersebut membanting stir agar dapat bertahan hidup untuk makan sehari - hari.

Seperti yang dilakukan Aminudin, 40 tahun, warga Jl. Simo Kalangan no. 188K Surabaya.  Pandemi Covid 19 yang turut memukul operasional taksi online, membuatnya membanting stir untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

"Adanya kebijakan social distancing sehingga banyak perusahaan menerapkan kerja dari rumah atau work from home (WFH), membuat orderan taksi online sepi. Akhirnya Saya membuka dagangan sembako dengan menawarkan hargayang terjangkau untuk masyarakat. Bertahan hidup dalam situasi Pandemi Covid 19 ini Saya harapannya bisa berjalan stabil, Saya tetap berusaha tanpa minta-minta. Saya pikir, warga yang terdampak pandemi banyak dan nasibnya lebih di bawah keluarga kami kan bisa jadi juga banyak."ungkap Aminudin, Jumat, (26/6/2020).

Aminudin menjual Iki Gulo Kemasan 0,5 Kg

Bapak satu anak ini menuturkan, berjualan sembako, Ia tidak banyak mengambil untung. Sebab, selain bertujuan untuk menyambung hidup, Ia juga ingin ikut membantu meringankan warga sekitar yang ingin mendapatkan sembako murah.

"Dengan jualan sembako ini mudah-mudahan warga yang membeli sembako dengan budget pas-pas an, bisa beli. Monggo mampir di warung Saya, harga gula standar Rp. 12 ribu kalau uangnya hanya Rp. 10 ribu ya nggak papa saya kasih. Harga beras misalkan Rp. 10 ribu, anda punya uang Rp. 8 ribu ndak papa. Prinsipnya keluarga yang ekonominya di bawah saya tetap bisa makan, bisa tetap pakai gula, bisa tetap beli telur. Ya harapan saya sambil berusaha kita tetap terus bisa berbagi."ujarnya.

Aminudin rupanya cukup kreatif dan bisa melihat peluang pasar. Di saat harga gula melambung dan sangat dibutuhkan warga, Ia berinisiatif menjual gula dengan harga murah dan dikemas secara khusus dengan nama Iki Gulo.

"Komoditas gula dan telur ini kan sejak sebelum Ramadhan hingga saat ini harganya berfluktuatif. Sebelum Lebaran Gula harganya Rp. 18-19 ribu, saat ini harganya turun meski masih dikisaran di atas Rp. 12. 500 an, sedangkan telur harganya saya kulakan Rp. 23 ribu -23.500 perkilo, Saya jual Rp. 24 ribu - 25 ribu. Kalau beras Saya sudah dapat dari petani di Menganti, kalau gula masih proses cari ke petani langsung tapi belum dapat. Selama ini masih cari dari grosiran yang murah, saya cari untung gak banyak, dibawah seribu sehingga warga yang cari gula gak sampai mahal-mahal bangetlah, terjangkau. Selama Saya nemu yang murah maka jualnya juga murah."jelas Aminudin.

Iki Gulo, Gula Kemasan Khas Surabaya

Menurutnya, pemberian nama iki Gulo dilakukan secara tidak sengaja. Awalnya ada pembeli yang bertanya tentang gula bermerk dan murah tetapi kemasannya setengah kilogram.

"Awalnya sederhana, gara-gara ada pembeli yang tanya, Mas, gula yang bermerk murah ada nggak? dan minta kemasan yang setengah kilo. Karena selama ini kan gula itu kemasannya satu kilo, kalaupun ada yang setengah kilo itukan kemasannya polosan. Kalau merk harganya mahal Rp. 8-9 ribu. Cuma, gimana ya, supaya kebutuhan pelanggan ini terpenuhi, ya saya inisiatif dari gula yang sudah terlanjut saya beli, saya pecah lagi setengah kiloan supaya ada merknya ya saya sablon. Pakai nama itu ya sekedar istilah khas, karena seluruh produk saya itu pakai label Suroboyo 1293 yang maknya ini produk yang dikemas ulang oleh arek Surboyo. Penggunaan merk ini berangkat dari permintaan pelanggan yang cari gula merk tapi murah. Kalau istilah nama Iki Gulo, menegaskan saja bahwa kan gula itu kan ada beberapa yang tanya ini manis gak? memang kan gula itu ada beberapa jenisnya. Itu sih proses Saya memberi nama simple harapannya mudah diingat, ini gula bermerk yang murah untuk warga."tutur Aminudin.

Ia berharap Pandemi Covid 19 segera berlalu agar masyarakat tidak terlalu lama terdampak. Meski demikian ia juga berpesan agar siapapun tidak berputus asa dengan adanya Pandemi dan bisa mencari alternatif usaha lain agar tetap bertahan hidup.

Dengan usaha barunya sebagai penjual sembako, Aminudin berharap usahanya lancar dan Gula kemasannya 'Iki Gulo" juga semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00