Valentine Day, Penjualan Bunga di Kayoon Stabil

KBRN, Surabaya: Perayaan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang, identik dengan bunga.

Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penjualan bunga oleh beberapa pedagang di Pasar Bunga Kayoon Surabaya mengalami sepi pembeli.

Ina Fatmawaty, Pemilik Toko Bunga Ina FM mengaku penjualan bunga Valentine tahun ini sepi, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. 

“Sebelumnya seminggu sebelum Valentine sudah banyak pesanan, tapi tahun ini masih normal kayak hari biasa, ada beberapa saja."ujar Ina, Jumat, (14/2/2020).

Meskipun belum bisa dipastikan apa yang menjadi penyebab utama sepinya pembeli hingga Hari Valentine yang jatuh pada Jumat (14/2), namun Ina mengungkapkan kemungkinan karena pembeli beralih ke toko online.

"Kalah sama online-online Mbak, kalau customer yang datang langsung ke toko berkurang terus. Makanya saya juga ikut jualan online. Lebih praktis juga."ujar Ina.

Meski sepi, Ia tetap mendatangkan suplai bunga mawar dan krisan tambahan untuk perayaan Valentine, namun dirinya mengungkapkan rasa pesimis. 

“Yang dominan dicari kan mawar sama krisan, kalau saya biasa setiap harinya datangkan 1.000, sekarang saya datangkan dua kali lipat." tutur Ina.

Tidak hanya itu, para pedagang bunga yang setiap tahunnya berinisiatif untuk turut menjual coklat dan boneka yang menjadi ciri khas perayaan Valentine, di tahun ini tidak semua toko menjual barang-barang tersebut. 

“Paling hanya boneka. Kalau dulu cokelat, sekarang tidak ada. Cuma bunga-bunga saja, Biasanya juga yang ramai masih bunga rangkaian. Itu kita jual dari harga paling murah Rp. 150 ribu sampai yang mahal ada itu jutaan.” lanjut Ina.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00