Harga Cabai Tembus Rp. 70 ribu, Pelaku Usaha Kuliner Kurangi Belanja Cabai

KBRN, Surabaya: Harga sejumlah kebutuhan pokok diantaranya cabai rawit di sejumlah daerah di Jawa Timur mengalami kenaikan.-// Di Surabaya, data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) harga Cabe Merah Besar Keriting 54.761 / kg, Cabe Merah Besar Biasa 61.129 /kg dan Cabe Rawit 72.836 / kg

Mahalnya harga cabai dikeluhkan Lisa, pelaku usaha kuliner ayam geprek di Surabaya. Sebab, cabai merupakan komoditas yang cukup krusial bagi UKM yang bergerak di sekor makanan dan kuliner. Lonjakan harga cabai cenderung memangkas keuntungan.

"Saya biasanya beli cabai sekilo harganya 50 ribu. Sehari butuh tiga kiloan cabai. Tapi sekarang Saya hanya beli dua kiloan saja karena harganya sampai 70 ribu. Kalau harga gepreknya tetap 10 ribu Kita nggak naikin." kata Lisa, Pemilik Kuliner Ayam Geprek Uwing, Rabu, (22/1/2020).

Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia APPI Jatim Jumantoro menyebut beberapa penyebab kenaikan harga cabai di wilayah Jawa Timur seperti cuaca, serangan hama, hingga penundaan masa tanam. Selain itu, permintaan yang lebih tinggi daripada suplai juga turut berdampak pada mahalnya harga cabai. 

"Kalau cabai ini memang antara lain faktornya adalah kemarin kemarau panjang, terus banyak serangan hama. Selain itu saat harga cabai anjlok, petani jadi enggan menanam cabai. Sehingga hanya sedikit petani yang tetap menjaga siklus tanaman cabai. Kalau harga naik seperti saat ini, hanya sedikit petani yang diuntungkan."jelasnya.

Dilihat luas lahan yang ditanami cabai, lanjutnya, wilayah di Jatim seharusnya sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan. Di Jatim ada 5.000 hektare lahan yang ditanami cabai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00