Mensos Risma Tunjuk ITTelkom Surabaya Sediakan Sumberdaya Listrik bagi Korban Bencana Sentani Papua

Mensos Risma melakukan penandatanganan prasasti di ITTelkom Surabaya (Foto: Anik RRI)

KBRN, Surabaya : Kementerian Sosial menunjuk Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTelkom Surabaya) untuk memfasilitasi penyediaan sumber daya listrik bagi perumahan korban bencana di Sentani, Papua. Sumber daya listrik tersebut nantinya berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan juga Pembangkit Listrik Mikrohidro.

ITTelkom Surabaya, yang akan menyediakan segala peralatan untuk dua pembangkit listrik ini. Untuk mengetahui progres projek implementasi PLT tersebut, Menteri Sosial Tri Rismaharini, mendengarkan secara langsung presentasi yang diberikan oleh Rektor ITTelkom Surabaya, Dr. Tri Arief Sardjono.

Mensos Risma menjelaskan, masyarakat Sentani ini merupakan korban bencana banjir dan longsor pada tahun 2019 lalu. Mereka selama kurang lebih dua tahun, berada di tenda tenda pengungsian, kemudian oleh Kemensos dibangunkan tempat tinggal.

"Kemudian kami menginisiasi bagaimana gotong royong itu bisa diwujudkan disini. Nah kemudian alumni alumni elektro ITS ini siap membantu jaringan listriknya. Nah minta bantuan ITTelkom untuk merealisasikan itu," ujarnya, Rabu (29/6/2022).

Risma menegaskan, jika instalasi listrik yang disediakan harus berbayar, mereka tidak mampu. Sehingga diminta untuk menggunakan solar panel atau tenaga Surya. Namun pada penerapannya nanti, tidak dipasang setiap rumah yakni sebanyak 75 rumah, tetapi dipusatkan pada titik tertentu.

"Ini sendiri sendiri per rumah atau apa? tadi sudah saya putuskan, itu bersama, seperti itu," imbuhnya.

Rektor ITTelkom Surabaya, Dr. Tri Arief Sardjono menjelaskan, kampusnya kini mendapat kepercayaan melaksanakan projek melistriki dua daerah di Papua, yakni Sentani dan Puncak Jaya.

"Untuk yang di Sentani ditargetkan pemasangan satu bulan. Ada beberapa opsi solar home system atau centralized (terpusat). Hari ini sudah dipastikan terpusat," ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk perumahan yang di Sentani, didukung oleh Ikatan Alumni ITS, dan meminta ITTelkom untuk mengerjakan projek tersebut. Diakuinya, kesulitan yang dihadapi tim adalah sarana transportasi untuk menuju lokasi, sehingga membutuhkan waktu dua minggu.

"Kemudian disana perumahan juga belum seratus persen selesai. Tapi ini kita kerjakan pararel, sehingga system centralized-nya begitu juga, akan menerangi blok satu dulu," lanjutnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar