Menghilangkan Rasa Bosan Akibat Covid-19, Perempuan Asal Tuban Ini Sukses Menjadi Penulis Digital

profil iim khoiriya (penulis digital tuban)

KBRN, Tuban : Iim Khoiriya (24), seorang penulis digital asal Leran Kulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban ini memiliki cerita panjang sebelum bisa menjadi seorang penulis.

Berawal dari lomba menulis yang diadakan dalam memperingati HUT Kabupaten Tuban, kala itu Bupati Tuban dipimpin oleh KH. Fathul Huda. Ketika ia masih duduk dibangku sekolah 2 SMP, ia diajak salah satu guru untuk mengikuti lomba manulis “ Surat Untuk Bupati”.

Seolah tak percaya dengan kemampuannya, Iim tidak berharap lebih dalam perlombaan itu. Perlombaan kala itu diadakan tingkat SLTP dan SLTA se- Kabupaten Tuban, dengan total peserta 500 siswa. Yang kemudian diseleksi dengan membuat sebuah visi-misi untuk kemajuan Kabupaten Tuban. Dan ia lolos dalam seleksi tersebut.

Iim mengaku jika kala itu ia menuliskan tentang harapannya kepada Persatuan Sepak Bola Kabupaten Tuban (PERSATU) agak dapat maju dan berproses lebih baik seperti AREMA. Ini termasuk pembuktian darinya tentang kecintaannya terhadap Sepak Bola Tuban (Persatu).

Dari keisengannya menulis tentang visi-misi itu, ia mendapat juara 3 karya tulis terbaik se- Kabupaten Tuban kala itu. Dari keberhasilannya itu ia datang ke Dinas Pendidikan untuk mengambil hadiah piala dan juga sejumlah uang pembinaan.

Dari sinilah kecintaan terhadap membaca dan menulis itu muncul, ia mulai sering membaca beberapa cerita fiksi yang diunggah oleh salah satu tokoh di laman Facebook pribadinya. Namun ketia 2015 tokoh tersebut berpindah ke aplikasi Wattpad, karena merasa suka dengan tulisan tokoh tersebut, Iim mengikutinya dan mulailah ia membaca karya-karya penulis di aplikasi wattpad

“ 2015 itu saya baca-baca saja, belum ada niatan untuk menulis. Saya ketagihan membaca wattpad sampai bisa lupa waktu.” Ujarnya

Merasa sudah harus keluar dari zona nyaman, Iim memutuskan untuk mulai menulis pada tahun 2018 diaplikasi wattpad. Dengan tulisan pertamanya yang berjudul Amira Azahra, yang berhasil dibaca sejumlah 1,6 juta pembaca.

“ awalnya iseng aja, ditambah lagi saya bosan karena kurangnya aktifitas selama pandemi, jadi syaa mikir mending saya menulis saja.” Jelasnya.

Dari keberhasilan ini, Iim seringkali dipanggil oleh media untuk menjadi narasumber yang membahas tentang penulisan digital. Setelah tamat tulisan pertamanya dengan jumlah 62 bab, ia meneruskan dengan judul Teraso Phobia dengan Jefri sebagai aktor utamanya.

Selain wattpad, ia juga menulis dibeberapa aplikasi lainnya seperti, i novel, novelme, karyakarsa. Ia mengaku suka menulis karena menurutnya menulis menjadi tempat curhat terbaik kedua setelah Tuhan. “ kalau curhat sama teman kadang tidak dimengerti, bahkan orang tua pun terkadang rasanya masih kurang. Jadi menulis menjadi tempat terbaik untu meluapkan emosi.” Jelasnya

Ia juga menjelaskan jika ingin menjadi seorang penulis digital, maha harus paham dan mengikuti pasar yang sedang tren saat itu. “ contohnya gini, kalau yang banyak disukai itu tentang romansa ya ikut buat romansa, karena kalu kita tidak ikut pasar pasti akan sepi pembaca.” Tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar