Bermodal Canting, Kunci Kasiana Eksis Saat Pandemi Covid-19

Bermodal Canting, Kunci Kasiana Eksis Saat Pandemi Covid-19. (Foto: istimewa)

KBRN, Kediri: Fokus satu titik, inilah motto yang dimiliki Kasiana, warga Kelurahan Dandangan, Kota Kediri, di mana sejak tahun 2007, mulai rajin belajar membatik. Aktivitas ini dilakoni karena ada kesenangan tersendiri, saat menggambar desain batik.

Dengan memakai canting kesayangannya, tiap pukul 01.00 WIB, perempuan berhijab ini kerapkali menggambar desain batik yang diperoleh dari berbagai inspirasi. Bahkan termasuk menggunakan inspirasi yang berasal dari potensi lokal di Kota Kediri.

"Tiap jam 1 dini hari, saya sering terbangun dan waktu ini saya pakai untuk menggambar desain batik. Sampai sekarang sudah banyak motif batik, seperti motif Panji Galuh, Jembatan Brawijaya, maupun Bekicot," kata Pengrajin Batik bernama Wecono Asri, dan Ketua Batik Kota Kediri, Kasiana, Minggu (17/10/2021).

Alhasil dengan ketekunan inilah, pada tahun 2012, perempuan yang akrab disapa Bu Anna sukses mendirikan usaha batik dengan nama Wecono Asri.

Kemudian, di tengah besarnya semangat mengembangkan batik di Kota Kediri ternyata gelombang Pandemi Covid-19 mulai muncul, dan dampaknya meluas hingga ke sektor ekonomi seiring adanya pembatasan PPKM serta melalui Prokes 5M.

Namun berkat bantuan pemerintah, yang ditunjang dengan daya juang Kasiana untuk tetap bertahan, maka Pandemi Covid-19 bukan hambatan untuk terus berkarya. Tak hanya itu, ia juga mengajak karyawannya untuk bekerja dari rumah demi mendapatkan nafkah.

Bahkan kini, di tengah longgarnya Masa PPKM, perlahan-lahan permintaan batik mulai menggeliat, dan sempat menjual batiknya pada Staf Presiden RI, Joko Widodo.

Sementara pada peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober pihaknya mencoba memperingati hari besar ini dengan aksi sosial yakni berbagi masker kain kepada masyarakat.

Ke depan, ia berharap, batik sebagai warisan kekayaan leluhur, tetap dilestarikan oleh masyarakat khususnya para generasi muda Bangsa Indonesia.(ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00