Babel Butuh Segera Bangun Pelabuhan Ekspor

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung Budi Widi Hartanto

KBRN, Pangkal Pinang : Bangka Belitung harus segera mewujudkan pembangunan pelabuhan ekspor untuk memudahkan pelaku usaha dalam mengekpor komoditi unggulan daerah.

Beberapa kendala yang dihadapi pelaku UMKM skala ekspor mulai dari produk yang akan di kirim, perizinan yang harus terdaftar di beacukai, dan yang paling terasa adalah transportasi yang dianggap mengeluarkan cost sangat mahal, seperti disampaikan John Hyang, Pelaku UMKM Skala Eksport tujuan Singapura.

‘Bicara eksport, seluruhnya biasanya under name di jakarta, lama kita nggak punya transportasi direct ke negara tujuan eksport itu menjadi high cost. saat ini dari Babel via container kapal laut ke singapur, 1 kontainer 20 feed, kalau via garuda cargo juga mahal, PR terakhir bagaimana kita menciptakan cost domestic yang murah,“ ujarnya.

Keluhan yang di rasakan pelaku UMKM skala ekspor ini sudah sejak lama telah menjadi perhatian Walikota Pangkal Pinang Maulan Aklil. Yang mana dikatakannya sudah seharusnya Bangka Belitung memiliki pelabuhan khusus yang dapat memperlancar ekspor kenegara tujuan, dengan akses cepat dan tidak memakan waktu yang lama.

“Kita mahal di Babel trasportasi, di Pangkal Balam cuma satu, 16 jam sampe 17 jam untuk landing di Pelabuhan Pangkal Balam karena menunggu air pasang. sudah mahal tapi tidak bisa , harus ada pelabuhan yang sebelum jembatan emas , aksesnya cepat, yang tadinya hanya 1 container, akan terjadi monopoli kecil” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung Budi Widi Hartanto mengatakan problem utama yang dihadapi pelaku usaha ekspor dengan logistic yang mahal, perlu dilakukan kerjasama yang konferhensif bersama Dinas Perhubungan menyediakan kapal tujuan eksport menghubungkan satu negara dengan negara lainnya sehingga logistic tidak mahal.

“Problemnya para UMKM itu logistic, logistic itu kita akui  mahal, ya memang mau nggak mau. pemerintah Jokowi sudah sangat gencar ada kapal yang menghubungkan satu dengan lainnya, itu sudah mulai dan murah. Ada kerjasama pemerintah daerah ada kerjasama dengan dinas perhubungan ada tambahan trip lebih cepat dan murah. memang perlu kita ada Pelabuhan ekpor," paparnya.

Kedepan ia mengharapkan pemerintah provinsi, kota dan kabupaten dan instansi vertikal kementrian perhubungan, dan BI dapat melakukan diskusi sehingga pelabuhan ekspor tercipta sehingga lebih mudah di akses termasuk pencatatan statistik jumlah ekport dari Bangka Belitung, (NV-RD).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar