Perketat Pengawasan Terhadap Anak, Upaya Cegah Kekerasan Seksual

KBRN, Belitung Timur : Perhatian dan pengawasan dari orang tua terhadap anaknya, sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan seksual terhadap anak.

Pasalnya, pelaku daripada kasus tersebut dikatakan Ketua Lembaga Perlindugan Anak (LPA) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Imelda Handayani, biasanya dari orang terdekat korban.

“Sebagai contoh, sekarang kasus yang kami dampingi, itu kasus pelecehan seksual terhadap anak usia 6 tahun. Yang terjadi apa, ibunya menyangka anak ini ada di kamar, hanya satu jam luput dari pengawasan. Tau-tau ternyata si anak ini main ke tetangga yang notabene dikenal baik, ternyata di situ ada terjadi pelecehan,” ungkapnya kepada rri.co.id. (25/01/2022)

Selain itu, predator anak bisa berada di mana-mana. Sehingga pihak orang tua disebutnya, harus meningkatkan pengawasan terhadap anaknya dengan seketat mungkin.

“Padahal kita tahu bahwa, kami khususnya yang di lapangan turun, tau bahwa banyak kasus-kasus kekerasan seksual anak itu karena memang luput dari pengawasan orang tua,” jelas Imelda.

Sementara itu, LPA Beltim dikatakannya, disaat menerima adanya laporan terkait kasus yang demikian, langsung memberikan pendampingan.

Mulai dari trauma healing dengan psikolog, pada saat visum sampai ke proses pengadilan tetap diberikan pendampingan.

“Kemudian LPA juga selaian pendampingan kasus, mensosialisasikan, kami turun ke desa, kemudian ke sekolah-sekolah untuk mengajarkan anak-anak, kalau misalnya mereka mendapatkan tindakan yang tidak nyaman, apa yang harus dilakukan, bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh oleh orang lain,” ucapnya.

Dan upaya tersebut lanjut Imelda, terus digencarkan, karena sebagai langkah preventif dan tanggung jawab moral pihaknya.

“Kami yang dari tahun 2018 berkecimpun, bahwa kasus-kasus kekerasan seksual anak itu tidak pernah turun angkanya, trend selalu naik. Dan itu fenomena gunung es,” tandanya. (Her)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar