Ritual Sembahyang Rebut di Pemali, Payung Thai Se Ja Akan Dilelangkan

KBRN, Pemali : Kelenteng Amal Kekal Desa Pemali, Kabupaten Bangka akan menggelar ritual Sembahyang Rebut di hari Chit Ngiat Pan (pertengahan bulan ke tujuh kalender imlek) selama dua hari yang jatuh pada tanggal 11 – 12 Agustus 2022 ini. 

Dimana, pada hari Chit Ngiat Pan menurut kepercayaan adat Tionghoa menyakini bahwa pada bulan ke-7 kalender Imlex disebut dengan bulan hantu dan pintu akhirat terbuka lebar. Sehingga arwah bergentayangan turun ke dunia manusia dengan keadaan telantar atau tidak terawat.

Maka dari itu, manusia mengadakan Sembahyang Rebut atau disebut ritual perjamuan arwah yang dibuatkan patung Thai Se Ja (raja akhirat) ini bermaksud supaya arwah-arwah yang bergentayangan di bumi tidak mengganggu kehidupan manusia.

Begitu pula, kehadiran Thai Se Ja didepan altar perjamuan diyakini bertugas mencatat arwah gentayangan di bumi dan membawa para arwah kembali ke akhirat. Dan payung yang ada diatas patung Thai Se Ja dipercaya sebagai benda keramat dan sebagai simbol perlindungan bagi yang mendapatkannya. 

Dengan ritual sembahyang rebut tersebut, maka dapat di artikan bahwa manusia telah mencerminkan sikap saling membantu dan mengasihi kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan apapun wujudnya. Sehingga Manusia dapat mengharapkan berkah dan keselamatan dalam kehidupannya di dunia.

Panitia Kelenteng Amal Kekal Desa Pemali, Endi menyampaikan ritual Sembahyang Rebut dilaksanakan selama dua hari, terhitung tanggal 14 sampai 15 bulan ke 7 kalender Imlex yakni tanggal 11 sampai 12 Agustus ini. Pertanda dimulainya Sembahyang Rebut ini pula, setelah kain bewarna merah yang menutup mata patung Thai Se Ja dibuka/dilepaskan (khoi Kong) oleh sesepuh Kelenteng sekitar sore hari pada tanggal 14 Agustus. 

“Puncaknya pada tanggal 15 Agustus ini dan sekira pukul 23:00 WIB akan dimulai pelelangan payung. Ada 7 payung keramat yang akan dilelangkan nantinya, mulai dari harga terendah sampai dengan harga tertinggi, maka ia lah yang mendapatkannya,” katanya ke sejumlah Wartawan di Kelenteng Amal Kekal Desa Pemali, Selasa (09/08/2022) sore. 

Dikatakannya, pelelangan payung keramat ini baru pertama kali dilakukan, sebelum-sebelumnya belum pernah. Dan hasil dari lelang payung pula akan dimasukan kedalam kas Kelenteng Amal Kekal. 

“Payung yang terdapat diatas patung Thai Se Ja, dipercaya akan mendapat kemakmuran dan perlindungan. Bagi yang mendapatkannya, dipercaya akan terlindungi dari nasib buruk dan malapetaka, terutama didalam usaha apapun akan berjalan lancar,” ujar Endi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar