Menganyam Ketupat, Budaya Yang Hampir Ditinggalkan Generasi Muda

KBRN, Bangka : Budaya menganyam ketupat yang biasa dilakukan setiap menjelang lebaran, hingga kini sudah semakin ditinggalkan. Terutama kepada para generasi muda.

Seperti yang diakui Neisya (16) siswa SMKN 2 Sungailiat menyebut, pernah mempelajari dan membuat sarung ketupat lepet, tapi sulit dilakukan hingga harus berulang-ulang dilatih.

“Sempet belajar kek mak kami, tapi dak pacak-pacak akhir e dikeruce. Jadi nek nyarik urang yang sabar ngajar e, terus tu nek diulang sampai pacak,'' ujarnya kepada rri.co.id, Kamis (7/7/2022).

Dikesempatan lain, Wulan (17) siswa SMAN 1 Sungailiat, mengatakan, belum pernah sama sekali belajar ataupun berlatih cara membuat ketupat.

"Walaupun tidak pernah belajar, tapi pernah lihat orang buatnya, dan tahu kalau ketupat itu dibuat dengan cara dianyam," ujarnya.

Dia mengaku penasaran cara menganyam ketupat, tapi tidak tahu harus belajar dengan siapa.

"Sempat lihat di video tutorial membuat bungkus ketupat dan lepet, susah, saya lebih senang belajar langsung dari orang yang sudah biasa menganyam atau membuat bungkus ketupat dan lepet," ungkapnya.

Dia berharap, budaya menganyam ketupat ini tetap terus dilestarikan, dan sudah selayaknya para orangtua mentransferkan ilmu membuat sarung ketupat dan lepet kegenerasi muda, karena ini salah satu kearifan lokal di Bangka Belitung yang harus dijaga agar tetap lestari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar