Perbedaan Hari Lebaran Haji, Harus Disikapi Dengan Humanis

Ahmad Fadholi (kanan)

KBRN, Bangka : Idul Adha yang kerap disebut lebaran haji dirayakan umat muslim setiap 10 Dzulhijjah, yang merupakan momen yang sangat dinanti.

Dan pada Rabu (29/6/2022) kemarin, Kementerian Agama (Kemenag) telah memutuskan lewat sidang isbat, 1 Dzulhijjah 1443 Hijriah jatuh pada 1 Juli 2022. Dengan demikian Idul Adha 1443 Hijriah akan jatuh pada tanggal 10 Juli 2022.

Sementara jauh sebelumnya pada tanggal 3 Februari 2022, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Idul Adha jatuh pada tanggal 9 Juli 2022.

Maka dari 2 keputusan itu bisa dilihat jika akan terjadi perbedaan hari dalam merayakan lebaran haji pada tahun ini di Tanah Air.

Terkait hal itu, anggota Tim Ahli Rukyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Fadholi menyebut, perbedaan penetapan ini harus disikapi dengan bijaksana dan humanis.

Setiap ormas menurutnya punya kriteria masing-masing dalam menentukan hilal.

“Terkait terjadi perbedaan (penetapan 1 Dzulhijjah), harus disikapi dengan humanis, bijaksana, jangan sampai saling menyalahkan, karena setiap ormas itu mempunyai kriteria sendiri-sendiri (perhitungan hilal),” katanya kepada rri.co.id, di Mendo Barat, Kamis (30/6/2022).

Yang terpenting menurut Ahmad Fadholi adalah setiap umat muslim mengikuti ulil amri, dan setiap yang dijalani adalah semata-mata karena ibadah kepada Allah, SWT.

“Kita sikapi dengan humanis, yang penting kita ngikutin ulil amri, karena ketika taat itu semata-mata demi ibadah,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar