Ciptakan Keluarga Harmonis dengan Nilai-Nilai Islam

KBRN, Sungailiat : Agama Islam telah mengatur dan memiliki petunjuk dalam upaya membina sebuah rumah tangga yang harmonis dan diberkahi juga diridhai Allah SWT. Karena melalui tuntunan agama dapat menghindarkan sebuah rumah tangga dari Jurang perceraian. 

Dalam kehidupan berumah tangga, ada beberapa cara yang dapat diaplikasikan oleh kedua pasangan untuk menciptakan karakteristik rumah tangga islami. Agar tercipta rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.

Penyuluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Bangka, Ulfah Farida Kustanty mengatakan, beberapa cara membentuk keluarga yang islami adalah untuk mendapatkan keluarga yang sakinah, kemudian didasari oleh cinta dan kasih sayang (mawaddah dan warohmah) dari Allah SWT. Sehingga dikemudian hari keluarga tersebut akan selalu diridhoi oleh Allah SWT .

"Terbentuknya keluarga yang sakinah itu pada bagaimanakah penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan berumah tangga agar keluarga tersebut selalu mendapatkan ridho dari Allah SWT, seperti dengan senantiasa berusaha dan melakukan hal-hal yang diperintahkan oleh Allah SWT serta menjauhi segala larangannya," Jelas Ulfah kepada rri.co.id, Jumat (22/10/2021).

Ulfa menuturkan, Ibadah merupakan salah satu unsur yang penting dalam pembentukan sebuah keluarga yang islami. Hal ini dimulai sebelum pernikahan terjadi, yaitu dalam proses memilih calon pasangan, khitbah, hingga berlanjut dalam proses pernikahan.

"Jika hal-hal tersebut dilakukan secara islami, Insyaallah setiap permasalahan yang dihadapi akan menemukan kemudahan dalan penyelesaiannya. Karena masing-masing dari mereka tunduk pada aturan-aturan Allah SWT," imbuhnya.

Selain itu, dalam membina keluarga agar harmonis, baik suami dan istri sama-sama memiliki peran yang penting dalam mendidik anak-anak mereka. Oleh karena itu, hendaknya mereka lebih mampu menyerap nilai-nilai islam ke dalam perilaku maupun sikap mereka, dan sudah menjadi suatu kewajiban bagi mereka untuk mengajarkan nilai-nilai tersebut kepada anggota keluarga yang lain. Misalnya pada anak-anak maupun asisten rumah tangga yang ada dan juga adanya keteladanan yang selalu bisa dicontoh

"Anggota keluarga, terutama bagi anak-anak sangat memerlukan contoh yang nyata dalam menerapkan nilai-nilai islam di kehidupan mereka sehari-hari. Hal inilah yang menjadi tugas dan kewajiban bagi setiap orang tua, dimana kelak di akhirat orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas hal tersebut," tukasnya.

Oleh karena itu sudah sepatutnya apabila orang tua memberikan contoh yang baik bagi anak-anak, jangan sampai orang tua hanya menyuruh sementara mereka sendiri tidak melakukannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00