Nyepi, Sarana Umat Hindu Untuk Introspeksi & Mawas Diri Dalam Menjalani Kehidupan

KBRN, Bangka : Perayaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu merupakan ajang untuk saling mawas diri dan introspeksi merenung dalam menjalani kehidupan ditahun sebelumnya dan menghadapi tahun berikutnya.

Nyepi memiliki makna sunyi dimana bagi umat hindu pada hari ini tidak ada yang melakukan aktivitas yang dimaksudkan sebagai upaya mensucikan alam manusia dan alam semesta.

Begitu halnya yang disampaikan umat Hindu asal Bangka Monica yang  dihubungi RRI satu hari sebelum peringatan Nyepi dan saat ini merayakan Nyepi di Bali menuturkan, perayaan Nyepi sebagai sarana meningkatkan hubungan kepada sang pencipta dan alam agar dapat berjalan secara seimbang dan berkesimbungan.

" Inilah ajang bagi masyarakat hindu meningkatkan kapatuhan dan beribadah kepada sang penciptanya, sekaligus membersihkan alam manusia dan alam semesta di hari Nyepi ini," Katanya, Sabtu (13/3/2021).

Menurutnya kegiatan dan ritual yang dilakukan dalam Hari Raya Nyepi ini meniadakan segala aktivitas dengan tidak melakukan aktivitas kehidupan sosial dengan dunia luar, hanya melakukan ritual berdiam diri secara sunyi.

" Pada pelaksanaan Nyepi ini, kita Umat Hindu dilarang melaksanakan aktivitas, tidah ada internet, tv dan alat komunikasi, bahkan lampu pun tidak boleh dihidupkan, kita fokus melaksanakan kegiatan rohani dan meditasi," Jelasnya.

Menurut Monica, puncak Hari Raya Nyepi, Umat Hindu akan membakar patung yang disimbolkan sebagai sifat buruk manusia sebagai pembersihan sifat manusia untuk tahun berikutnya.

" Nanti pada puncaknya, masyarakat membakar patung yang dibuat seperti ogoh - ogoh, yang sebelum dibakar terlebih dahulu di tempatkan dirumah masyarakat dan ada juga yang diarak keliling kampung yang kemudian dibakar, sebagai simbol mengusir roh jahat, dan pada hari berikutnya ada lagi kegiatan upayara ngembak genih sebagai tanda memulai kehidupan baru, Pungkasnya, (RD).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar