Aan : Bukan Kemenangan Pribadi, Ini Wujud Kemenangan Seluruh Rakyat Beltim

Foto bersama paslon Bupati dan Wabup Beltim terpilih bersama Forkopimda dan jajaran KPU Beltim

KBRN, Belitung Timur : Pasangan Burhanudin – Khairil Anwar yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Belitung Timur sebagai  pasangan Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur terpilih hasil Pilkada 2020, menyatakan bahwa kemenangan mereka adalah kemenangan seluruh rakyat Beltim.

Kepada RRI.co.id usai Rapat Pleno Terbuka penetapan paslon Bupati dan Wakil Bupati Beltim terpilih di Auditorium Zahari MZ, Burhanudin menyebutkan, ini adalah amanah yang harus diemban secara sungguh-sungguh oleh mereka, sehingga bisa memimpin Kabupaten Beltim dengan baik ke depan.

“Alhamdulillah kami telah menerima keputusan resmi dari KPU Beltim, artinya secara hukum sah kami sebagai pemenang Pemilukada di Belitung Timur. Tetapi kemenangan Aan-Khairil ini bukan kemenangan pribadi, tapi kemenangan seluruh rakyat Belitung Timur yang telah memberikan amanah kepada kami pasangan BERAKAR, Aan dan Khairil, untuk bisa mengemban amanah pada pelaksanaan pemerintahan di Belitung Timur,” katanya, Sabtu (23/1/2021).

Menurut pria yang kerap disapa Aan ini, sinergitas dari semua pihak untuk membangun Beltim sangat diperlukan, tanpa kekompakan semuanya akan sia-sia.

Burhanudin

“Kami bukan manusia yang hebat, bukan manusia yang super. Jadi kami mengharapkan peran serta, partisipasi masyarakat untuk mengawal proses pembangunan di daerah ini,” ujar Aan.

Dalam memimpin Belitung Timur nanti, ditegaskannya bahwa dirinya bersama Khairil Anwar akan sangat terbuka terhadap segala masukan positif dari semua pihak demi kemajuan daerah.

Selain itu dia juga menghimbau agar tidak ada lagi hal-hal kontra produktif serta bernuansa politis, seperti fitnah, isu-isu negatif yang bergulir di masyarakat, karena hal tersebut hanya akan membuat kondisi yang tidak kondusif bagi pembangunan.

“Mari kita tuntaskan urusan politik di kita, jangan tuaikan kembali fitnah, isu-isu negatif, hal-hal yang akan membuat keretakan persatuan dan kesatuan di negeri kita ini. Kalau kita terlalu disibukkan itu, maka tidak akan pernah tuntas kita mengurusi pembangunan. 200 ribu lebih orang di Belitung Timur ini membutuhkan perubahan, baik dalam tatanan pelayanan publik, pembangunan, infrastruktur, serta bagaimana lapangan pekerjaan dan ekonomi yang harus kita benahi secara bersama,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar