FOKUS: #PILKADA 2020

Paslon No Urut 2 Memperoleh Suara Terbanyak Pilkada Babar 2020

Rapat pleno rekapitulasi penetapan hasil perhitungan suara Pilkada Babar 2020

KBRN, Bangka Barat : Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat nomor urut 02 H. Sukirman dan Bong Ming Ming memperoleh suara terbanyak dalam Pilkada Babar 2020.

Dalam rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara Pilkada Babar 2020, paslon nomor urut 02 mendapatkan 44.977 suara.

Sedangkan pasangan nomor urut 1 Markus-Badri Syamsu memperoleh sebanyak 31.013 suara dan pasangan nomor urut 3 Safri-Eddy Arif mendapatkan 22.541 suara.

Ketua KPU Kabupaten Bangka Barat, Pardi mengatakan rekapitulasi hasil akhir ini hanya untuk mengetahui perolehan suara masing-masing pasangan secara keseluruhan, bukan penetapan calon terpilih atau pemenang

"Untuk perincian hasil rekapitulasi dari masing masing pasangan, yaitu pasangan Markus-Badri Syamsu di Kecamatan Jebus mendapatkan 2.808 suara, Kelapa 5.633 suara, Mentok 7.098 suara, Parittiga 5.230 suara, Simpangteritip 5.189 suara dan di Kecamatan Tempilang 5.055 suara" jelas Pardi kepada RRI.co.id, Rabu (16/12/2020)

Untuk pasangan Sukirman-Bong Ming Ming, tambah Pardi di Kecamatan Jebus mendapatkan 3.869 suara, Kelapa 10.207 suara, Mentok 11.446 suara, Parittiga 5.932 suara, Simpangteritip 8.084 suara dan di Kecamatan Tempilang 5.439 suara.

"Pasangan Safri-Eddy Arif di Kecamatan Jebus mendapatkan 4.757 suara, Kelapa 2.222 suara, Mentok 5.632 suara, Parittiga 4.804 suara, Simpangteritip 2.294 suara dan di Kecamatan Tempilang 2.832 suara" katanya

Dijelaskannya, pada Pilkada 2020, partisipasi pemilih yang menggunakan hak pilih sebanyak 100.623 orang, namun surat suara sah 98.531 dan jumlah surat suara tidak sah 2.092.

"Setelah tahapan rekapitulasi dan penetapan hasil suara pilkada, KPU Bangka Barat akan mengumumkan dalam beberapa hari ke depan" ungkapnya

Selama proses pengumuman, paslon yang keberatan terhadap selisih hasil pemungutan suara yang ditetapkan, bisa mengajukan gugatan sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

Pardi mengatakan nantinya ketika MK melalui Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) menyatakan tidak ada perkara maka tiga hari setelah BRPK terbit, KPU Bangka Barat bisa menggelar rapat pleno penetapan calon terpilih.

"Rapat pleno penetapan calon terpilih pada akhir Desember atau awal bulan Januari karena BRPK ini ranahnya bukan lagi KPU namun ini ruang dari MK," ucap Pardi

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar