Aloy Divonis 10 Tahun Penjara

Sidang vonis terdakwa Sugianto alias Aloy di PN Tipikor Pangkalpinang, Kamis (26/8/2021) malam.
Terdakwa Aloy mengikuti sidang secara virtual dari Lapas Kelas I Tua Tunu.
Penasehat hukum terdakwa Aloy, Ishar.

KBRN, Pangkalpinang: Sugianto alias Aloy tersangka perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pemberian kredit modal kerja (KMK) Bank BRI yang telah merugikan keuangan negara hampir Rp 50 milyar, divonis 10 tahun penjara.

Pengusaha asal Jebus Bangka Barat itu, divonis 10 tahun penjara, setelah vonis diputuskan oleh Hakim Ketua, Efendi, didampingi Hakim Anggota, M. Takdir dan Erizal di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Pangkalpinang, Kamis (26/8/2021) malam.

"Sugianto alias Aloy anak dari Akwet dengan pidana 10 tahun (penjara,)" kata Hakim ketua membacakan hasil sidang vonis tersebut.

Selanjutnya, atas kerugian negara yang cukup besar itu Aloy juga dijerat pidana berupa membayar uang pengganti sebesar lebih Rp 11 milyar. Dengan ketentuan apabila setelah perkara ini berkekuatan hukum tetap para terdakwa tak sanggup mengganti maka harta bendanya disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Hanya saja atas subsidair pidana atas uang pengganti bilamana para terdakwa tidak mempunyai harta benda yang cukup untuk disita majelis hanya memutuskan 1 tahun penjara saja.  Pidana ini lebih ringan dari tuntutan JPU  6 tahun penjara.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat terdakwa Aloy dengan pidana dalam Pasal 2 ayat (1) JO  Pasal 18  Undang-undang  Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi JO  Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP JO Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Penasehat Hukum (PH) terdakwa Aloy, Ishar mengatakan, dari sidang vonis putusan itu pihaknya masih memikirkan untuk upaya hukum, apakah selanjutnya untuk diterima atau menyatakan banding.

"Di sini hasilnya kita anggap tidak terlalu besar pengaruh dalam pokok nya pidana penjara. Jadi dari sini kami belum bisa bicara jauh karena kami mau konsultasi ke pihak kliennya kami untuk menyatakan sikap selanjutnya bagaimana," kata Ishar kepada rri.co.id, usai sidang tersebut.

"Dari hasil apa yang didapatkan oleh terdakwa Aloy ini, Intinya kita pikir-pikir dulu lah karena biar pun bagus tetep juga kondisi masih tinggi. Karena bagi kita pribadi dalam pembelaan kasus ini harusnya kita mengharapkan lepas, karena kita beranggapan kasus ini bukan Tipikor ini ranah nya lebih ke perbankan," tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar