Harga Minyak Goreng di Babel Masih Tinggi, Ini Tanggapan Disperindag Babel

KBRN, PANGKALPINANG : Harga minyak goreng di warung atau toko kecil dan pengecer di Bangka Belitung masih tinggi, berkisar antara Rp 19 ribu hingga Rp 23 ribu.

Meskipun Pemerintah sendiri telah ‘mengguyuri’ Indonesia dengan minyak goreng kemasan sebanyak 1,2 juta kilo liter atau 1,2 milyar liter yang harus dijual dengan harga tertinggi Rp 14 ribu bagi masyarakat.

Hal itu pun mendapat tanggapan Kepala Bidang Pengendalian, Perdagangan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangka Belitung, Fadjri Djagahitam

Fadjri menegaskan, jika harga Rp 14 ribu tersebut tidak bisa serta merta langsung diberlakukan kepada seluruh pelaku usaha. Untuk tahap awal ini baru bisa diterapkan pada ritel modern dan pengecer besar.

“Karena apa, sistemnya sistem retur dia, jadi nanti para pengecer itu, toko-toko itu dikasih waktu sebulan terhitung 19 Februari 2022 untuk menghabiskan stok barangnya. Nah, setelah sebulan barangnya ternyata belum habis, mereka meretur atau mengembalikan ke distributor penyalur mereka,” katanya kepada rri.co.id, Rabu (26/1/2022).

Karena itu dirinya menyarankan kepada masyarakat yang mau mendapatkan harga minyak goreng Rp 14 ribu, untuk membeli di ritel modern ataupun di pengecer besar.

Dijelaskannya, jika proses retur atau pengembalian minyak goreng dari distributor ke pusat memakan waktu cukup lama.

“Prosesnya distributor di Babel ini harus mengumpulkan semua kupon slip jual beli mereka itu. Setelah terkumpul dikirim ke Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, untuk dikirim ke Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Nah, BPDPKS itu akan mengaudit, berapa sih Babel ini yang meretur, kalau auditnya oke, 17 hari setelah itu baru bisa dibayar,” terangnya.

Disperindag Babel sendiri ditegaskannya akan terus memantau perkembangan program minyak goreng murah dari pemerintah ini yang akan berlangsung selama 6 bulan ke depan.

Diharapkannya program ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Bangka Belitung.

“Tapi Saya sudah tanya distributor, mereka melalui sales-salesnya sekarang sudah mulai menarik toko-toko atau pengecer yang ada di bawah mereka untuk menjual dengan harga Rp 14 ribu,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar