Pengedar Narkoba Asal Lampung Dibekuk Tim Rajawali Polres Belitung Timur di Gantung

Pengedar Narkoba Dibekuk Tim Rajawali Polres Belitung Timur

KBRN, Belitung Timur : Tim Rajawali Satres Narkoba Polres  Belitung Timur berhasil menangkap dan mengamankan pengedar sekaligus pengguna narkoba jenis sabu Alifri (28), di wilayah Kecamatan Gantung, Senin (23/5/2022) malam.

Kepada awak media, Wakapolres Belitung Timur, Kompol Agus Handoko, didampingi Kasat Res Narkoba, AKP Suroso, dan Kasi Humas, Kompol Sukimin, Selasa (24/5/2022) siang mengungkapkan, penangkapan ini diawali adanya laporan masyarakat kemudian ditelusuri langsung oleh tim di Res Narkoba.

Setelah mendapatkan petunjuk dan ciri-ciri terduga pelaku, Tim Rajawali Satres Narkoba jelas Wakapolres Agus, langsung menyergapnya di jalan. Dan saat itu pelaku pun sempat berupaya melarikan diri.

Dari hasil penangkapan tersebut ungkapnya, diamankan seorang pelaku berikut barang bukti yaitu serbuk kristal narkoba jenis sabu seberat 29,01 gram.

"Berdasar lidik, selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan tadi malam oleh satres narkoba Belitung Timur. Didapat satu orang yang diduga sebagai pemasok narkoba jenis sabu dari luar daerah yaitu Lampung," ungkap Kompol Agus.

Selain sabu, barang bukti lainnya yang diamankan yaitu uang tunai 6 juta rupiah, 1 unit hp, 2 korek api gas, 1 unit timbangan digital dan 1 unit sepeda motor.

"Yang bersangkutan memang sudah merencanakan dan kategorinya sebagai penjual atau pengedar karena sudah siap timbangan, kemudian ada plastik-plastik kecil karena dari yang besar diarahkan ke plastik-plastik kecil, kemudian 1 buah buku catatan mungkin dari siapa-siapa yang beli," jelasnya.

Ia menambahkan, pelaku mengedarkan barang" haram" itu ke pekerja tambang di wilayah Kecamatan Gantung dan sekitarnya.

Dan tim lidik dari Satres Narkoba Polres Belitung Timur lanjut Kompol Agus, akan melakukan pengembangan terhadap pelaku guna mengetahui dan menangkan jika ada pelaku lainnya.

"Dari 30 gram baru laku sedikit, sasaran diedarkan kepada buruh tambang, karena menurut yang bersangkutan apabila mengkonsumsi ini akan meningkatkan stamina kerja. Yang bersangkutan ini pekerjaannya juga tambang," ungkapnya lagi.

Wakapolres menegaskan, ancaman hukuman yang diterapkan kepada pelaku yaitu UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan hukuman minimal 6 tahum penjara.

"Sementara dari keterangan tersangka ini baru pertama kali, tapi dia juga pemakai," pungkasnya. (Her/WS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar