2 Kasus KDRT Diselesaikan Satreskrim Polres Bangka dengan Restorative Justice

KBRN, Sungailiat : Satreskrim Polres Bangka melakukan penyelesaian kasus tindak pidana ringan terhadap 2 kasus kekerasan KDRT dan kasus kekerasan anak dibawah umur melalui tindakan Restorative Justice sistem, Hari ini, Selasa (181/2022).

Langkah diambilnya restorative justice ini karena 2 kasus yang ditangani tersebut dinilai masih ringan dan mendapati kesepakatan perdamaian antara kedua belah pihak yakni dari pihak terlapor dan pelapor serta tidak menimbulkan kerugian kedua belah pihak.

AKP Ayu Kusumaningrum

Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Ayu Kusumaningrum seizin Kapolres Bangka AKBP Indra Kurniawan seusai kegiatan mediasi restorative justice yang berlangsung di Polres Bangka tersebut menuturkan, ditempuhnya tindakan restorative justice sistem ini mengingat perkara atau kasus ini masih dalam tahap ringan serta adanya kesepakatan antara kedua belah pihak untuk berdamai, termasuk tidak adanya kerugian dari kedua belah pihak baik saat ini hingga kemudian hari.

" Ya ada 2 kasus yang tadi kita Restoratif Justice (RJ) yang pertama KDRT yang kedua kekerasan anak dibawah umur, jadi untuk RJ sistem ini penyelesaian perkara yang merupakan tindak tindak pidana terutama perkara itu bukan merupakan perkara yang berat dan dalam penyelesaiannya itu tidak memberatkan salah satu pihak hasil kesempatan bersama, kita juga tadi menghadirkan pihak perangkat desa seperti Pak Kades, RT juga," Kata Kasat Reskrim, Selasa (18/1/2022).

Menurut Ayu Kusuma Ningrum, dalam penanganan kasus ini sebelumnya pihak Satreskrim Polres Bangka sudah melakukan tindakan proses hukum kepada terlapor atau tersangka dengan melakukan penahanan dan pengamanan, namun setelah bergulirnya proses hukum ini dari pihak pelapor dan terlapor memilih untuk berdamai dengan dimediasi dan mendapat pengkajian dari pihak penyidik untuk dilakukan tindakan restorative justice sistem sesuai dengan ketentuannya.

" Tersangkanya sempet kita amankan dan kita lakukan penahanan dan proses hukum dari awal sudah berjalan tetapi dipertengahan kesepakatan antara pelapor dan terlapor akan diselesaikan secara kekeluargaan mereka datanglah ke pihak penyidik selama itu tidak merugikan satu pihak ya kita penuhi keinginan mereka melalui restorative justice sistem. Setelah selesai RJ tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari tapi penyidik juga akan tetap akan memberikan pertimbangan untuk memenuhi untuk bisa di RJ kan atau tidak akan dipertimbangkan oleh penyidik sendiri seperti itu," Jelasnya.

Selain itu, guna memastikan proses restorative justice ini berjalan sesuai kesepakatan, pihak Satreskrim Polres Bangka melalui penyidiknya tetap akan memberlakukan wajib lapor kepada terlapor atau tersangka serta akan melakukan pemantauan, sehingga permasalahan atau kasus yang telah dilakukan kesepakatan dalam restorative justice tersebut tidak disalahgunakan atau luntur dari ketentuannya.

"Jadi untuk si terlapor kita tetap lakukan wajib lapor terlebih dahulu untuk mengontrol, memang sih tidak ada ketentuannya tetapi kita tetap berlakukan kepada terlapor pelaku supaya ada kontrol dari pihak penyidik kepada mereka dan pada saat mereka wajib lapor itu lah kita mengingatkan jangan mengulangi tindak pidana yang mereka lakukan," Pungkasnya.

Sementara itu untuk tindakan restorative justice ini sendiri sudah beberapa kali dilakukan oleh pihak Satreskrim Polres Bangka diwaktu sebelumnya, dan untuk 2 kasus kekerasan KDRT dan kekerasan anak dibawah umur yang keduanya terjadi diwilayah Belinyu ini menjadi tindakan restorative justice yang pertama di awal tahun 2022 yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Bangka, (RD).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar