8 Perkara Sudah Dilakukan Restoratif Justice di Kejari Babar

KBRN, Muntok : Semenjak diberlakukannya secara terpusat program Restorative Justice (RJ) dari Jaksa Agung atau yang lebih dikenal dengan penyelesaian hukum dengan hati nurani, Kejaksaan Negeri Bangka Barat telah menyelesaikan 8 perkara melalui Restorative Justice tersebut.

8 perkara itu merupakan penyelesaian hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Bangka Barat yang dimulai dari tahun 2021 hingga per 20 Februari 2022 ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat Helena Octavianne menuturkan, restorative justice sendiri dalam upaya untuk memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat yang berperkara untuk dapat diselesaikan melalui mediasi dengan persyaratan dan kriteria tertentu yang mana perkara tersebut dinilai masih ringan sehingga dapat ditempuh dengan sistem penyelesaian hukum dengan hati nurani.

Menurut Ia, dalam pengajuan perkara untuk dilakukan restorative justice ini pihaknya telah mengajukan sebanyak 9 perkara, akan  tetapi yang sesuai dengan kriteria dan ketentuan yang dikabulkan untuk di restorative justice hanya sebanyak 8 perkara.

" Kejaksaan sudah membuat restorative justice sudah mengedepankan hati nurani nah kita berharap keadilan itu bisa dirasakan oleh semua masyarakat. Di Bangka Barat sudah 8 kali melaksanakan restorative justice dan dampaknya sangat baik masyarakat juga memberikan respon yang sangat baik karena mereka berpikir selama ini kan kadang-kadang kesalahan-kesalahan kecil itu terjadi karena kekhilafan bisa jadi karena tidak sengaja restorative justice itu ada tahapannya nggak semua tiba-tiba boleh dikabulkan karena kami juga di Kejaksaan Negeri Bangka Barat dari 9 perkara yang diajukan 8 yang dikabulkan untuk di restorative justice," Katanya, Minggu (20/2/2022).

Sementara itu, terkait dengan besarnya manfaat penegakan hukum melalui sistem restorative justice ini, pihak Kejaksaan secara terpusat terus melakukan pengkajian dan penerapannya dilapangan sehingga dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan penyelesaian perkara dan perlindungan hukum yang lebih mudah dan efektif, (RD).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar