36 Ribu Hektar Mangrove Di Babel Rusak

KBRN, Sungailiat : Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan 36 ribu lebih hektar mangrove rusak dan kondisi memprihatinkan.

Angka tersebut mencapai hampir 60 persen dari luasan hutan mangrove di Kepulauan Bangka Belitung dengan luasan sekitar 64,5 ribu hektar.

Penyuluh Kehutanan Madya pada Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Darman Suriah mengatakan kerusakan mangrove terbesar di wilayah Kabupaten Bangka, dampak aktivitas pertambangan.

"Tambang itu yang paling banyak, makanya kita harapkan dengan sosialisasi apalagi masyarakar kita perlu instan, pendapat yang instan ini kan salah satunya dari tambang," jelas Darman kepada rri.co.id, Selasa (21/7/2020).

Yang harus disosialisasikan ke masyarakat, menurut Darman, adalah pemikiran, dimana membangun tapi tidak harus merusak.

Dengan keberadaan hutan mangrove yang memiliki keindahan alam dan banyak manfaat bagi kehidupan ini, seharusnya bisa diberdayakan masyarakat setempat dalam meningkatkan pendapatan.

Dikatakannya, ada 360 izin Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang sudah berjalan dan 40 lebih lokasi diantaranya menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Untuk itu, dirinya mengajak semua masyarakat sadar akan melindungi dan menyayangi lingkungan terutama hutan mangrove dari pengrusakan, mengingat tidak hanya memberikan dampak positif akan kelestarian lingkungan, mencegah terjadinya bencana alam, tempat berkembangnya biota laut dan habitat air lainnya, mangrove ini pun menjadi salah satu penyumbang karbon dari luas daratan yang dibutuhkan makhluk hidup.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00