Persiapan Tes P3K, Tenaga Kontrak di Bangka Ikut Try Out CAT

Tenaga Kontrak atau non ASN Pemkab Bangka yang mengikuti try otu CAT di BKN Pangkalpinang

KBRN, Sungailiat : Tenaga kontrak atau non ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kabupaten Bangka, mengikuti simulasi (try out) Computer Assisted Test (CAT) di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Pangkalpinang.

Kepala Bidang Mutasi dan Kepegawaian BKPSDMD Kabupaten Bangka, Novita mengatakan, simulasi CAT yang merupakan inisiatif pihaknya kepada para tenaga kontrak dilaksanakan selama 6 hari, yakni 8-15 Agustus 2022.

“Kita (BKPSDMD Kabupaten Bangka) berinisiatif mengirimkan tenaga kontrak ini mengikuti simulasi atau try out CAT sebagai bentuk latihan agar mereka tidak kaget saat nanti mengikuti tes P3K atau tes CPNS, jumlah tersebut menyesuaikan jumlah pendaftar dibagi 5 sesi dapat 6 hari,” kata Novita di Sungailiat kepada rri.co.id, Kamis (11/8/2022).

Dia mengakui, para tenaga kontrak yang mengikuti try out CAT tidak semuanya, hanya sekitar 1.300 an lebih orang.

“Mereka tenaga kontrak ini dikasih waktu untuk mendaftar ke BKPSDMD Kabupaten Bangka melalui link yang disediakan, hingga terakhir pendaftaran didapat jumlah 1.3000 an orang,” ujarnya.

Novita mengatakan, bahwa pada tahun 2023 nanti, tenaga kontrak atau non ASN seluruhnya akan diberhentikan atau dihapus sesuai aturan pemerintah.

“Tetapi mereka ini masih diberikan kesempatan untuk bisa mengikuti seleksi P3K atau tes CPNS, sedangkan yang tidak bisa akan dialihkan menjadi tenaga outsourcing,” ujar Novita.

Dijelaskannya, sesuai amanat Kemenpan RB, pihaknya segera melakukan pendataan dan pemetaan jumlah pegawai non ASN yang dibiayai APBD untuk disampaikan ke BKN paling lambat 30 September 2022.

“Karena akan dilakukan perekaman data oleh aplikasi yang dibuat BKN, cuma saat ini kita masih menunggu aplikasi yang dibuat BKN untuk diaplikasikan, kita hanya menyipakan datanya,” ucapnya.

Dirinya menyebut, berdasarkan data bulan Maret 2022 lalu secara form BKPSDMD Kabupaten Bangka, jumlah tenaga kontrak atau non ASN di lingkungan Pemkab Bangka terdata sekitar 3.500 lebih orang.

"Namun untuk versi Kemenpan RB data jumlah 3.500 lebih orang ini harus disortir lagi, karena yang masuk tahun 2022 tidak masuk dalam pendataan ini. Yang masuk pendataan maksimal terakhir per-tanggal 31 Desember 2021 atau minimal satu tahun bekerja sebagai tenaga nonASN yang dibiayai APBD Kabupaten Bangka, dengan syarat umur minimal 20 tahun dan maksimal 56 tahun per 31 Desember 2021," jelas Novita.

Diakuinya, memang nanti tidak semua tenaga kontrak ini bisa mengikuti tes P3K atau tes CPNS, karena memiliki persyaratan tertentu yang mungkin tidak bisa dipenuhi semua tenaga kontrak ini.

"Memang diamanatkan kepada pemerintah daerah untuk mengalihkan tenaga kontrak ini menjadi tenaga outsourcing untuk petugas keamanan, pramu saji, pramu kebersihan dan sopir. Namun mungkin ada lagi kebijakan lain di luar empat profesi itu, kita masih menunggu kebijakan dari Kemenpan RB atau BKN," jelasnya.

Dirinya menyebut, untuk tenaga kontrak yang tidak lulus seleksi ataupun tidak lulus tenaga outsourcing, masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kemenpan RB apakah nanti akan diberhentikan atau diberikan pesangon dan lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar