Dua Sekolah di Bangka Terapkan Inovasi Lingkungan Sejak Dini

Nurul dan Sukarsih.jpg

KBRN, Sungailiat : Dua sekolah di Kabupaten Bangka dapat menjadi percontohan dengan menerapkan pendidikan berbasis lingkungan.

Sekolah tersebut yakni Madrasah Ibtidayah Negeri 1 Sungailiat dan SD Negeri 21 Sungailiat.

Kepala Sekolah MIN 1 Sungailiat Nurul Susanto mengatakan pendidikan berbasis lingkungan yang diterapkan di sekolahnya, dimana anak - anak siswa siswi diajak untuk melakukan penanaman dan pengembangan sektor perikanan.

Selain mencintai lingkungan, secara otomatis anak juga diajarkan menjadi entrepreneur sejak dini.

"Kita dalam sehari itu dapat 450 ribu rupiah dari hasil panen, proses penjualan ikan, panen ikan patin, 1 kilo dalam jangka waktu 8 bulan," kata Nurul, Rabu (6/7/2022).

Di sekolah juga, menurut Nurul, ada puluhan tanaman, pucuk Idat.

"Jadi kalau yang mau pucuk Idat, di MIN 1 Sungailiat, ada," ungkap Nurul.

Berbeda dengan inovasi yang diterapkan Sekolah MIN 1, SD Negeri 21 menjalankan program inovasi pendidikan berbasis lingkungan, dengan memberlakukan penanaman satu pohon satu siswa bagi peserta didik baru dan bagi siswa didik yang akan keluar atau lulus dari sekolah.

Kepala SD Negeri 21 Sungailiat Sukarsih menjelaskan kebijakan ini dilakukan sebagai edukasi sekaligus menumbuhkan rasa cinta anak anak terhadap lingkungan.

"Jadi untuk bibitnya, anak anak bisa menggunakan bahan bekas minuman, air mineral, jadi kami sama Pak Nurul kerjasama dengan DLH, sangat luar biasa, dalam menumbuhkan minat anak belajar mencintai lingkungan," jelas Sukarsih.

Diharapkan Sukarsih dan Nurul, dengan adanya pendidikan berbasis lingkungan yang diterapkan di sekolah, anak anak sudah dikenalkan dan digerakkan untuk berkreasi melestarikan lingkungan hidup yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

Yang ditanam di sekolah, boleh pohon jenis apapun, bisa bunga, pohon peneduh atau pun jenis buah - buahan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar