Sepi Penumpang, Dilema & Simalakama Transportasi Antar Kota Sungailiat-Mentok

KBRN, Sungailiat : Sepinya pengguna jasa armada bus antar kota menjadi keluhan dari para sopir dan pengelola armada bus di Pulau Bangka.

Suasana Penumpang Bus Sungailiat Mentok, hari ini, Minggu (3/7/2022)

Sepinya pengguna jasa armada ini bahkan membuat beberapa pengelola armada bus memilih untuk tidak melanjutkan usaha transportasi tersebut. Namun ada juga yang memilih untuk masih tetap bertahan walaupun dalam situasi simalakama.

Pantauan RRI dilapangan hari ini, armada bus tujuan Sungailiat-Mentok terlihat sepi penumpang karena masih banyak kursi penumpang bus yang kosong tak terisi penumpang.

Sopir armada bus tujuan Sungailiat-Mentok Tompel mengatakan, sepinya penumpang yang menggunakan jasa transportasi armada bus antar kota ini. Selain terkendalanya penurunan ekonomi masyarakat secara keseluruhan di Pulau Bangka. Juga disinyalir banyaknya masyarakat yang sudah memiliki kendaraan pribadi. Mengingat banyaknya penawaran  kredit kendaraan serta murahnya angsuran sehingga saat ini banyak masyarakat menggunakan kendaraan pribadi ketika bepergian antar kota.

Menurut Ia, sepinya penumpang sangat memberikan dampak bagi para sopir dan pengelola jasa transportasi. Apalagi dalam hal biaya operasional dan gaji.

"Sepi lah berape hari ni, dak tentu lah, kayak hari ni sepi lah banyak kursi yang kosong, kalo ongkos kan dari Sungailiat - Mentok aslinya Rp.40.000,- per penumpang. Tapi sedikit penumpang yang tujuan ke Mentok e banyak penumpang kite yang turun di tengah perjalanan yang se jurusan ke Mentok, tu kan ongkos juga dak full jadi e. Paling kite terbantu barang barang titipan lah untuk nutup biaya operasional e, walaupun ladang untuk biaya pemeliharaan kendaraan kite nombok," Katanya, Minggu (3/7/2022).

Saat ini Tompel menambahkan, dalam hal operasional kendaraan, Ia dan teman seprofesinya melakukan trik pengiritan maksimal dalam hal penggunaan biaya operasional. Karena menurutnya jika tidak melakukan hal tersebut akan semakin mempengaruhi pendapatan para sopir maupun pihak pengelola jasa armada.

"Kite Beguyur lah kalo sekarang ni, kalo untuk minyak PP e Rp.200.000,-, karena kite kan mobil diesel makai solar jadi agak irit, kalo bensin atau pertalite tambah gayel kite. Semoga ade perhatian lah dari pihak terkait untuk masalah kite ni," pungkasnya.

Sementara itu, terkait sepinya para penumpang yang menggunakan jasa angkutan antar kota ini banyak membuat sejumlah armada memilih berhenti dan mencari alternatif lain dalam mencari penghasilan. Seperti tujuan Sungailiat-Tempilang hingga saat ini tidak ada lagi armada yang melayani tujuan tersebut.

Untuk tujuan armada antar kota yang masih sedikit ramai saat ini hanya tujuan yang PP Pangkal Pinang.

Terkait permasalahan ini, pemerintah melalui Dinas Perhubungan nya harus dapat melakukan trobosan terkait pengaturan regulasi yang baik sehingga dapat menjadi solusi dilema dan simalakama dari para sopir dan penyedia jasa armada angkutan antar kota, (RD).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar