Kantong Pangan Babel Rawan Banjir

Areal persawahan Desa Rias, Basel (foto istimewa)

KBRN, Pangkalpinang : Beberapa daerah rawan banjir menjadi catatan khusus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung.

Dalam situasi tertentu semisal turun hujan dengan intensitas tinggi yang dibarengi pasang air laut, maka potensi banjir melanda daerah-daerah tersebut sangat besar, seperti yang kerap terjadi selama ini.

Faktor tersebut ditambah lagi sudah sangat berkurangnya daerah resapan, di mana hutan-hutan banyak rusak akibat alih fungsi penambangan timah dan alasan lainnya.

“Kita melihatnya dari 2 sisi ya. Pertama, daerah yang memang sering terjadi bencana akibat rob atau luapan pasang air laut. Ini wilayah pesisir, misalnya Pangkalpinang, Bangka Barat, Belitung. Di daerah itu banyak pantai yang sudah tidak ada lagi tanam tumbuh seperti bakau yang bisa menghambat laju air laut,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Babel, Mikron Antariksa kepada rri.co.id, Kamis (30/6/2022).

Selanjutnya dijelaskan Mikron, adalah daerah rawan bencana karena kultur masyarakat dan juga esiapan pemerintah daerah.

Kedua, ada juga daerah rawan bencana karena kultur masyarakat dan kesiapan pemerintah daerahnya. Misalnya itu Bangka Selatan di daerah rendah Rawa Bangun, kemudian Rias yang merupakan kantong padi Babel ya, di situ bila terjadi banjir yang merendam maka bisa menyebabkan gagal panen,” lanjutnya.

Mikron berharap kepada masyarakat terutama pada wilayah yang kerap dilanda banjir agar lebih memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar agar dijauhi dari bencana.

“Karena kalau alam kita jaga, maka alam juga akan menjaga kita,” tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar