Pendapatan Negara Dari Babel Tumbuh 70,07 Persen

Kepala Kanwil DJPb Babel, Edih Mulyadi.

KBRN, Pangkalpinang : Realisasi Pendapatan Negara dihimpun dari wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sampai dengan 31 Mei 2022, mencapai Rp1,46 Triliun atau mencapai 51,45 persen dari target, tumbuh sebesar 70,07 persen (yoy). 

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Babel, Edih Mulyadi mengatakan, realisasi Penerimaan Pajak  mencapai Rp1,25 Triliun atau 46,72 persen dari target, tumbuh sebesar 50,78 persen.

"Pertumbuhan realisasi pajak sebesar 70,07 persen itu disebabkan oleh pembayaran PPh atas SPT Tahunan, peningkatan aktivitas perdagangan terutama impor, dan harga komoditas (timah dan sawit) yang terus membaik. Penerimaan per sektor usaha sampai dengan Mei 2022 tumbuh positif sebesar 50.78 persen dibanding periode yang sama tahun 2021," kata Edih dalam media briefing secara virtual, Rabu (29/6/2022).

Hal itu, lanjut Edih, disebabkan membaiknya kondisi perekonomian, peningkatan usaha sejalan dengan aktivitas hari raya, dan peningkatan harga komoditas terutama pada sektor timah dan sektor sawit. 

"Pertumbuhan penerimaan pajak tertinggi dari 5 sektor dominan adalah, pertanian, kehutanan, perikanan (99.66 persen), perdagangan besar (75.35 persen), industri pengolahan (58.29 persen), pertambangan (41.16 persen), administrasi pemerintahan (6.13 persen)," jelasnya. 

Sementara mengenai, realisasi Kepabeanan dan Cukai sebesar Rp114,96 Miliar atau 343,49 persen dari target, tumbuh 59,89 persen (yoy). Peningkatan Bea Masuk sebesar 116,6 persen (y-o-y), terjadi karena meningkatnya impor Graphite Carbon dan Antrhacite, dan ditambah adanya denda penyalur untuk bidang cukai, pengiriman logistik juga lebih lancer yang merupakan imbas dari penurunan kasus Covid 19.

Terdapat penurunan realisasi penerimaan Bea Keluar yang signifikan pada Mei tahun 2022 (Penerimaan Bea Keluar Bulan Mei 2022 sebesar Rp 2,47 Miliar, sementara Mei 2021 sebesar Rp 26,48 Miliar) yang disebabkan oleh adanya kebijakan larangan ekspor beberapa komoditas produk turunan CPO.

"Untuk realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berhasil mencapai Rp 84,34 Miliar atau 79,65 persen dari target, tumbuh sebesar 45,09 persen (yoy)," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar