Bupati Mulkan Optimis Intan Anggun Masuk Top 45

(Presentasi Virtual KIPP Top 45 Intan Anggun) Bupati Bangka Mulkan & Kepala Bappeda

KBRN; Sungailiat : Bupati Bangka Mulkan optimis inovasi Intan Anggun masuk dalam Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2022.

“Ya kami sangat optimis sekali karena tentunya ini sudah masuk ke Top 99 dan hari ini kita akan memaparkan untuk tim penilai lebih memperdalam inovasi kita ini dan nanti akan masuk ke Top 45,” kata Bupati Mulkan ditemui rri.co.id, Rabu (29/06/2022) di sela persiapan presentasinya di hadapan tim penilai independen secara virtual di kediaman dinasnya.

Optimisme itu ditambahkan Bupati Bangka Mulkan dilihat dari sejumlah proses seleksi yang telah dilalui, mulai dari 4000 peserta hingga sampai pada tahap proses seleksi Top 45. Terlebih lagi Top 45 KIPP telah menjadi langganan 7 tahun berturut –turut diraih oleh program inovasi Kabupaten Bangka.

“Iya jadi tahun ini kita masuk nominasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tahun 2022, kemarin ada beberapa yang telah kita usulkan dalam proses penyeleksian masuk satu inovasi kita intan anggun yaitu pinjaman tanpa bunga tanpa bunga dan agunan. Setelah Top 45 ini nanti ada penghargaan dari Pemerintah Pusat. Ya mudah – mudahan atas kerja keras kita bersama dan Ridho Allah, SWT tentunya Intan Anggun masuk Top 45,” ucapnya.

Program Inovasi Intan Anggun adalah Pinjaman Tanpa Bunga Tanpa Agunan khusus petani sawit yang digulirkan Pemkab Bangka dengan menggunakan anggaran APBD dan bekerjasama dengan Perbankan.

Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Pan Budi Marwoto kepada rri.co.id menjelaskan program ini dijalankan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bangka melalui sistem verifikasi kepada para petani sawit yang memenuhi persyaratan.

“Ketika hasil verifikasinya layak untuk mendapatkan kredit ya silahkan, maka Bank yang kita kerjasamakan bisa langsung menyalurkan. Tetapi memang skemanya terbatas maksimal 2 hektar. Jadi petani yang fisibel secara kelayakan dia bisa mengakses kredit itu tanpa bunga dan agunan,” jelasnya.

Adapun faktor yang membuat Intan Anggun dinilai sebagai suatu program yang inovatif yakni karena memudahkan para petani sawit mengakses pinjaman melalui Perbankan konvensional.

“Di Indonesia ini siapapun kreditur yang mau pinjam duit di bank harus ada agunan, nah masyarakat petani kita ini rata –rata tidak punya syarat agunan yakni sertivikat BPN. Jadi yang memberikan agunan dan mensubsidi bunga Pemda,” ungkapnya.

Senada dengan Bupati Mulkan, Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Pan Budi Marwoto juga optimis Intan Anggun Masuk Top 45.

“Mengerjakan sesuatu itu harus berangkat dari rasa optimis, harus diawali dengan optimis agar kita terus bersemangat,” pungkasnya. (WS).

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar