3 Kali Diperingatkan, T.I Rajuk Pantai Mengkubang Dibakar Aparat

KBRN, Belitung Timur: Pemerintah Desa Mengkubang bersama Desa Burong Mandi dan Kecamatan Damar, melakukan penindakan terhadap tambang inconvensional (TI) di pantai Desa Mengkubang Kabupaten Belitung Timur.

Tidak ada penambang yang terjaring dalam penindakan tersebut sehingga pihak desa beserta kecamatan sepakat membongkar dan membakar peralatan T.I rajuk itu seperti kayu, papan, dan pipa serta selang yang di gunakan penambang ilegal dalam aktivitasnya.

Kepala Desa Mengkubang, Pirmawan kepada rri.co.id, Jum'at (27/05/2022) mengatakan penindakan tambang inkonvensional ilegal dilokasi tersebut merupakan penindakan yang keempat kalinya dilakukan.

"Kami sudah 3 kali peringatan tapi penambang ini tidak jera. Sewaktu peringatan sebelumnya mereka tidak lagi menambang tapi 2 atau 3 hari kemudian mereka memulai kembali aktivitasnya. Dan sekarang merupakan yang ke 4 kalinya,” kata Pirman 

Dia juga menjelaskan bahwa kegiatan penambangan di pantai tersebut sudah berlangsung sejak sebelum pusara Ramadhan dimulai.

"TI rajuk ini sudah mulai melakukan aktivitasnya di pantai ini sudah sejak sebelum bulan puasa. Ini kan bisa mengganggu aktivitas nelayan di pantai, tempat di mana nelayan mencari nafkah seperti memancing, menjaring dan sebagainya jadi terganggu karena limbah dari rajuk ini sampai masuk ke laut,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Burong Mandi Sudarsono mengatakan tindakan tersebut merupakan bentuk reaksi dari para nelayan karena pencemaran di laut yang disebabkan oleh oleh penambang ilegal telah meluas sampai ke wilayah 3 desa.

"Sebagai kades burong mandi, aku tidak bisa melakukan tindakan di wilayah administrasi mengkubang. Tapi sehubungan akibat penambang ilegal ini telah mencemari bagian perairan laut dan dari laporan masyarakat nelayan telah sampai 5 mile dan ke arah selatan sudah sampai wilayah tangkapan desa air kelik, merekapun  juga mulai komplain,” kata Sudarsono

Dia berharap penambangan ilegal di pantai tersebut tidak terjadi lagi karena dia tidak ingin terjadi keributan antara masyarakat nelayan dengan para penambang ilegal.

“Yang kita lakukan ini Cuma tindakan persuasif. Jadi maaf, aku tidak bisa bertanggung jawab secara hukum kalau masyarakat nelayan melakukan tindakan yang lebih anakis dari pada ini,” tegasnya.

Plt Camat Damar, Arif Irwansyah yang turut hadir dalam penindakan tersebut mengatakan dia sangat menyesalkan dengan adanya penambangan ilegal di pantai Mengkubang.

"Kami akan terus bekerja sama dengan pihak desa dalam menindak lanjuti masalah tersebut", ucap Arif Irwansyah. (SN/WS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar