Babel, Provinsi Dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi Kedua Setelah Riau

KBRN, Belitung Timur: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas bumi (BPH Migas) menggelar sosialisasi terkait Capaian Kinerja dan Penyuluhan Regulasi BPH Migas Tahun Anggaran (TA) 2022, di Auditorium Zahari, Jum'at (27/05/2022).

Bambang Patijaya, Anggota Komisi VII DPR RI selaku pembuka acara menyampaikan, bahwa Bangka Belitung menjadi Provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi nomor 2 setelah Kepulauan Riau pada tahun 2021.

Ia mengatakan bahwa perkebunan dan pertambangan merupakan faktor pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung, akan tetapi BBM yang menjadi hal penting di industri tersebut sempat mengalami kelangkaan di Belitung Timur.

"Nanti akan kita pikirkan saluran distribusi terkait BBM sehingga masyarakat dapat lebih gampang memperolehnya," ungkapnya.

Ia mengatakan, bahwa distribusi BBM di Bangka Belitung sering terlambat karena masalah cuaca, dan dia juga sudah menyampaikan kepada Direktur Utama Pertamina untuk mengatasi hal tersebut sehingga tidak ada lagi kasus BBM Terlambat Datang.

Di tempat yang sama, Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim mengatakan, bahwa tugas BPH Migas adalah melakukan Pengawasan, Pendistribusian, dan pengolahan minyak dan Gas.

"Saat ini BPH Migas memiliki 350 orang lebih karyawan di NKRI yang memiliki sinergitas dan saling bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan BBM," kata Abdul Halim.

Ia juga mengatakan saat ini ada 8202 lembaga penyalur dan 192 terminal BBM diseluruh NKRI baik milik pertamina maupun non pertamina yang diawasi BPH Migas.

Bupati Belitung Timur yang juga hadir dalam sosialisasi tersebut mengatakan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi sosialisasi ini dan berharap kedepannya BBM di Belitung Timur tidak mengalami masalah lagi, sehingga masyarakat bisa lebih sejahtera. (Sandi/BS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar