APKASINDO Bangka Bantu Fisilitasi Petani Plasma Dapat Sertifikat Lahan

foto : rri.co.id

KBRN, Bangka : DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Bangka membantu memfasilitasi para petani plasma PT SMI (Sumarco Makmun Indah) yang berminat mendapatkan sertifikat lahan kebun kelapa sawitnya.

Ketua APKASINDO Kabupaten Bangka, Jamaludin alias Tipek mengatakan, pihaknya siap membantu para petani setelah melakukan pelunasan hutang kebun plasma sawit yang sempat terhenti akibat koperasi yang menaungi telah bubar.

"Persoalan carut marut petani kelapa sawit plasma PT Sumarco ini sudah lama, namun ada sejumlah petani yang meminta bantuan kami untuk mengurus kembali perjanjian kerja sama yang sempat terhenti ini agar para petani bisa mendapatkan hak atas sertifikat tanah atas kebun plasma miliknya," kata Jamaludin, Kamis (26/5/2022).

Dikatakan Jamaludin, pihaknya siap membantu menjembatani antara petani plasma dengan pihak PT Ventura Investasi Perdana dan PT Sumarco, sehingga persoalan ini bisa selesai di kalangan petani.

"Kebetulan Wakil Sekretaris APKASINDO Kabupaten Bangka, Pak Hormen sudah berhasil membantu banyak petani plasma PT Sumarco untuk mendapatkan hak atas sertifikat tanah kebun plasmanya, setelah melunasi sisa hutang kebun plasma ke pihak PT Ventura," ujar Jamaludin.

Sementara itu H Arman, petani kelapa sawit Desa Sempan Kecamatan Pemali mengaku mewakili adik iparnya Musri untuk mengurus sertifikat tanah kebun plasma kelapa sawit PT Sumarco atas nama orangtuanya H Roni yang sudah meninggal dunia.

"Almarhum H Roni ini memiliki 4 paket lahan kebun plasma kelapa sawit PT Sumarco, di mana 1 paket 5 hektar jadi total ada 20 hektar yang ada Kecamatan Puding Besar dan Kelapa. Kami tahu memang masih ada sisa hutang kebun plasma yang belum selesai dibayar karena koperasi yang mengurus plasma ini sudah bubar," kata H Arman.

Diakuinya, selama ini kebun plasma itu dirawat dan diurus secara pribadi dan hasil panen kelapa sawit juga diambil untuk pribadi petani yang memilikinya.

"Tujuan saya ini untuk meminta APKASINDO Kabupaten Bangka membantu menjembatani pengurusan pembayaran sisa hutang kebun plasma dengan pihak PT Ventura Investama Perdana yang menggantikan pihak bank BDNI yang sudah bubar, supaya kebun itu mendapatkan hak atas sertifikat tanah sesuai perjanjiannya, kami siap membayar secara cash sisa hutang kebun plasma yang belum terbayar tersebut asalkan sertifikasi tanahnya diberikan ke kami," ujar H Arman.

Menanggapi hal itu Hormen, Wakil Sekretaris APKASINDO Kabupaten Bangka mengatakan posisi PT Sumarco saat ini hanya mengurus sertifikat tanah kebun kelapa sawit plasma apabila para petani plasma sudah melunasi sisa hutang kebun plasmanya kepada PT Ventura Investasi Perdana sebagai pemegang hak tagih dari Bank BDNI yang sudah dilikuidasi.

"Alhamdulillah saat ini sudah sekitar 140 orang petani dengan total luas sekitar 500 hektare yang sudah kita urus pembayaran sisa hutang kebun plasmanya dan mereka ini sudah mendapatkan sertifikat tanah atas kebun plasmanya setelah melunasi hutangnya ke PT Ventura Investasi Perdana," kata Hormen, warga Desa Tanah Bawah Kecamatan Puding Besar yang juga petani plasma PT Sumarco yang sudah mendapatkan sertifikat tanah kebun plasmanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar