Sikapi PMK, drh. Eka : Kenali Gejala Klinis & Cirinya

KBRN, Sungailiat : Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak saat ini terus menjadi pembahasan yang menimbulkan kekhawatiran di tegah masyarakat. Apalagi bagi umat muslim yang sebentar lagi akan melaksanakan hari raya qurban atau Idul Adha.

Besarnya perhatian dan kekhawatiran masyarakat ini harus dapat disikapi melalui informasi secara klinis yang disampaikan langsung oleh ahlinya dalam hal ini dokter hewan. Sehingga akan menjadi bahan serta sumber pencerahan bagi masyarakat untuk tidak mengkhawatirkan penyakit PMK tersebut melalui pengenalan gejala klinis yang dapat mudah dikenali secara kasat mata.

Dikalangan dunia internasional, penyakit PMK disebut foot and mouth disease yang disingkat dengan FMD. Yang mana penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang mulut dan kuku pada hewan ternak yang memiliki kuku belah.

Dokter Hewan Bangka, drh.Eka menuturkan,  sapi yang terserang PMK pada umumnya menunjukkan gejala mengeluarkan air liur berlebihan (hiper salivasi) disertai busa. Selain itu juga dapat dikenali melalui banyaknya kaki hewan yang mengalami luka luka serta adanya sariawan di lidah serta hidung yang mengeluarkan ingus.

Dijelaskan, dalam kondisi saat ini jika menemukan ciri ciri yang mengarah ke penyakit PMK, para peternak dan penjual hewan ternak tak perlu khawatir, namun segera berkoordinasi dengan pihak terkait sehingga dengan segera dilakukan penanganan dan pengobatan.

"Kalo untuk penyakit PMK ini penyakit mulut dan kuku ini gejala klinis nya nampak sekali seperti mulut berbusa karena hiper salivasi liur yang terlalu banyak, ingus, kaki luka luka sama di lidah biasanya ada sariawan," Katanya, Rabu (25/5/2022).

drh. Eka menegaskan, untuk memastikan kondisi kesehatan dari hewan ternak yang sudah dinyatakan sehat dan fit serta dapat dijual dipasaran, para penjual atau pembeli bisa memastikannya dengan melihat tidak ada gejala penyakit PMK yang terdapat dari hewan ternak tersebut, dan bila perlu dengan rekomendasi pihak medis yang menangani kesehatan hewan secara langsung.

"Untuk menentukan kesembuhan harus melihat dari sariawan yang sudah mulai hilang, tidak ada lagi hiper salivasi kemudian ingusnya sudah tidak ada lagi dan diiringi dengan kenaikan nafsu makan dan seperti itu baru kita nyatakan sembuh," pungkasnya,(RD - NV ).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar