Kasus PMK Pada Sapi di Bangka Turun Secara Signifikan, drh Eka : Stop Khawatir

KBRN, Sungailiat : Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di Kabupaten Bangka saat ini terus mengalami penurunan secara signifikan.

Hal ini menjadi angin segar dan kabar gembira baik kepada para penjual sapi serta masyarakat yang akan membeli hewan qurban pada Lebaran Idul Adha maupun untuk konsumsi sehari hari.

Pengecekan stok ketersediaan hewan qurban dan pemantauan sapi yang terinfeksi PMK

Dokter Hewan Kabupaten Bangka, drh Eka menuturkan, saat ini untuk penurunan kasus PMK di Kabupaten Bangka menunjukkan grafik positif dalam hal tingkat kesembuhannya. Yang mana pada awalnya terdapat sebanyak 431 ekor sapi yang terkena PMK dan setelah dirawat serta diobati secara intens saat ini sudah terdapat sebanyak 278 ekor sapi yang sembuh.

Dijelaskan Eka, kabar gembira lainnya untuk mengurangi rasa was was ataupun kekhawatiran para penjual serta masyarakat akan penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ini dipastikan penyakitnya tidak menular ke manusia. 

" Kalo sekarang kan jumlah yang sembuh terutama untuk sapi semakin banyak dari jumlah awal kan kasus kita untuk di Kabupaten Bangka sekitar 431 ekor sekarang sudah banyak yang sembuh  sekitar 278 ekor tapi masih ada yang sakit dan tetap masih dalam pengawasan kita. Untuk angka kesembuhan ini setiap hari itu ada pertambahan. Diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir karena penyakit PMK ini juga tidak menular ke manusia," Katanya, Rabu (25/5/2022).

Sementara itu, dalam hal pemilihan hewan qurban pada Idul Adha nanti, masyarakat tidak perlu khawatir dalam menentukan hewan qurban pilihannya. Selain melihat kondisi mata dan fisik hewan qurban masyarakat juga harus banyak bertanya kepada para penjual terkait kondisi kesehatan sapi qurban. Dan dalam hal penjualan hewan qurban nanti tim gabungan terkait juga tetap akan memantau serta memastikan terhadap kesehatan hewan qurban yang layak untuk dijual, (RD - NV ).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar