Peternak Sapi Akui Omset Menurun Jelang IdulAdha 1443 H

Sapi yang ada di peternakan Anna Jaya, Jln Cendrawasih Sungailiat

KBRN, Bangka : Peternak sapi di Kabupaten Bangka, mengakui mengalami penurunan omset sejak merebaknya penyakit mulut dan kaki (PMK).

Hal itu tentunya menjadi pukulan telak bagi peternak. Bagaimana tidak, selain khawatir wabah PMK menyebar, para peternak juga harus rela kehilangan pendapatannya jelang Iduladha 1443 H.

Seorang pengurus peternakan sapi Anna Jaya yang terletak di Jln. Cendrawasih Sungailiat, Rama mengatakan, sejak mewabahnya PMK ini, omset penjualan sapi menurun signifikan.

“Penurunannya hampir 50 persen, biasanya kita bisa menjual sekitar 40 sapi jelang Hari Raya Iduladha setiap tahunnya, namun untuk tahun ini baru beberapa saja yang sudah dipesan,” jelas Rama kepada RRI.co.id, Selasa (24/5/2022).

Dikatakan Rama, pada tahun kemarin, peternakannnya sampai empat kali mendatang sapi dari Madura karena animo masyarakat yang tinggi untuk berkurban.

“Stok ini memang sebenarnya sudah dipesan, cuma kita belum berani melepasnya karena takut terjadi apa-apa dengan sapinya saat sudah ditangan pembeli,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa pihaknya tidak akan menjual sapi yang tidak sehat, karena menurutnya selain membahayakan konsumen juga akan menurunkan kualitas ternak yang ia kelola.

"Kami belum berani jual sapi yang agak sakit. Nanti kata mereka sapi disini kok kayagini. Jadi, kalo udah ada yg beli, kami taruh disini dulu sampai bener-bener sehat," ungkapnya.

Ia pun mengakui bahwa ada lima sapi di peternakannya yang sudah terjangkit PMK, namun saat ini sapi tersebut sudah pulih.

"Memang ada yg sakit kemarin, tapi sekarang lah mulai sembuh. Tinggal ngeringin koreng di kakinya. Ada 5 ekor sapi yg kena, yang lain uda mau kena juga. Tapi kita kasih obat terus," tukasnya.

Menurutnya, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bangka juga responsif menanggapi wabah PMK. Ia mengakui bahwa Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka beberapa kali mendatangi peternakan Anna Jaya dan memeriksa sapi yang ada di peternakan.

"Kemarin dari Dinas Pangan dan Pertanian datang kesini, dikasih obat juga. Lumayan bagus obatnya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar