LKPJ 2021, Bupati Burhanudin : Banyak Yang Harus Diperbaiki

Rapat Paripurna Istimewa II, Penyampaian Saran dan Rekomendasi DPRD Terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Belitung Timur Tahun 2021

KBRN, Belitung Timur : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), menggelar Rapat Paripurna Istimewa II, terkait penyampaian saran dan rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Beltim Tahun 2021, di ruang rapat DPRD. Senin (23/5/2022) siang.

Usai rapat, kepada rri.co.id, Bupati Beltim Burhanudin mengaku jika LKPJ masa bakti tahun 2021 banyak catatan yang harus diperbaiki dan koreksi, karena merupakan masa transisi antara kepemimpinan sebelumnya.

“Memang di LKPJ tahun 2021 merupakan transisi antara kepeminpinan sebelumnya dengan kepemimpinan kami. Tapi Insya Allah semua itu tidak kita persoalkan, tapi bagaimana kita memperbaiki kinerja itu melalui opd-opd terkait, banyak hal yang harus kita perbaiki dari LKPJ yang ada ini,” kata Burhanudin, Senin (23/5/2022).

Ia menambahkan, dalam rapat LKPJ 2021 ini yang menjadi titik berat dari Fraksi-Fraksi di DPRD adalah urusan wajib, yaitu pendidikan dan kesehatan.

“Karena persoalan di kita ini adalah persoalan drop out siswa, Karena mungkin timah tinggi mereka tidak mau sekolah lagi. Terus kita juga tidak memungkiri banyaknya pendatang-pendatang yang tidak sekolah. Setelah itu banyak juga yang nikah di usia dini,” imbuhnya.

Burhanudin menegaskan, untuk mengatasi segala persoalan tersebut tentunya dibutuhkan masukan dan dukungan dari semua pihak.

“Karena ini masalah anak tidak sekolah masalah pernikahan anak usia dini, itu kan bukan hanya masalah kepala daerah saja tapi ini masalah masyarakat Belitung Timur secara keseluruhan. Harusnya kita sikapi dengan arif dan bijak,” tegas Bupati.

Sementara di tempat yang sama, Ketua DPRD Beltim, Fezzi Uktolseja mengatakan bahwa melalui rapat ini DPRD telah memberikan rekomendasi-rekomendasi dari segala bidang kepada Bupati, untuk memperbaiki kinerjanya.

“Memang banyak sekali rekomendasi-rekomendasi dari segala bidang, seperti kata pak Bupati urusan wajib seperti pendidikan dan kesehatan. Pendidikan memang benar angka putus sekolah cukup tinggi, kemudian bagian perlindungan anak, masalah pernikahan dini itu juga yang cukup tinggi. Kemudian juga di bidang-bidang lainnya sepeti pemasangan lampu jalan yang belum optimal,” jelas Fezzi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar