20 Geosite Pulau Belitong Siap Dikunjungi

KBRN; Tanjungpandan : Pulau Belitong memiliki sekitar 60 Geosite. Dari 60 geosite itu, menurut Bupati Belitung Sahani Saleh 20 diantaranya sudah siap dikunjungi.

“Ya jadi ada 60 Geosite dan yang sudah jadi 20 di Belitong ini,” kata Bupati Belitung Sahani Saleh kepada rri.co.id, Senin (23/05/2022) di Tanjungpandan Belitung.

Ia menambahkan, terjaganya Geosite yang ada di Belitong hingga diakui dunia juga tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Pusat. 

“Jadi ya mereka (red. Pemerintah Pusat) yang terus mendorong kita hingga potensi alam yang ada di Belitong ini muncul,” ujarnya.

20 Geosite yang sudah siap dikunjungi itu, menurut Sahani Saleh dengan bermacam basis.

“Ada berbasis mangrove, air terjun ada, geologi batu granit, jadi sangat beragam,” ungkapnya.

Sementara itu Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaludin mengapresiasi apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Belitung bersama Komunitas di masyarakat yang telah menjaga dan mengemas kawasan Geosite seperti yang dicontohkannya Bukit Peramun menjadi destinasi wisata berkelas dunia.

“Ini upaya yang sangat hebat dan pantas juga kalau mereka mendapat penghargaan juara dimana-mana, ini levelnya menurut saya sudah kelas dunia. Pertama ini muncul dari kesadaran masyarakat tidak disuruh-suruh Pak Bupati, tidak diperintah, mereka bangun sendiri,” kata Ridwan Djamalludin

Selain itu ia juga memuji inovasi yang dilakukan komunitas Air Sumar sebagai pengelola Geosite Bukit Peramun dalam menghadirkan wisata digitalisasi diarea tersebut.

“Mereka bahkan sudah mengembangkan wisata digital, nah Pemerintah setelah melihat ini kami maupun Kementerian di level pusat sudah mulai berfikir apa lagi dukungan yang bisa disiapkan misalnya perlu server, internet, listrik, panel surya tinggal kita koordinasikan,” tambahnya.

Beberapa diantara 20 Geosite Pulau Belitong yang siap dikunjungi itu diantaranya Geosite Tanjung Kelayang dengan keindahan geologi batu granit, Geosite Bukit Peramun dengan Digital Forest, Geosite Juru Seberang dengan Pariwisata Konservasi bekas lahan tambang timah, Geosite Open Pit Nam Salu dengan Sejarah Tambang Timah Tertua, Geosite Batu Bedil dengan pengembangan konservasi Kerang Kima, Geosite Buku Limau dengan Konservasi Laut dan Pulau, Geosite Pulau Seliu dan Geosite Pulau Mendanau, serta beberapa Geosite lainnya.

Geosite-geosite itu juga dipersiapkan dan direkomendasikan kepada delegasi G 20. (WS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar