Tidak Konsisten, Predikat Adiwiyata Sekolah Terancam Lepas

KBRN, Sungailiat : Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membina 158 sekolah adiwiyata tingkat SMA/SMK/MA sederajat.

Program adiwiyata sekolah yang bertujuan sebagai pendidikan karakter ini diinginkan dapat mengubah perilaku anak terutama peduli dan berbudaya lingkungan hidup mulai dari sekolah.

Pengendalian Dampak Lingkungan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Fianda Revina Widyastuti menjelaskan tidak hanya para siswa, perilaku hidup ramah lingkungan ini pun harus diterapkan bagi seluruh penghuni sekolah termasuk guru dan penjaga sekolah sekalipun.

"Bagaimana kemandirian sekolah itu dalam menjalankan gerakan ini, aksi secara kolektif, tidak hanya murid, tapi juga peran komite, dunia usaha yang ada di lingkungan sekitar sekolah, masyarakat di lingkungan sekolah, bagaimana sekolah bisa melibatkan semua pihak untuk melakukan aksi kepedulian terhadap lingkungan," jelas Fianda, Rabu (26/1/2022).

Pada program adiwiyata sekolah harus memenuhi komponen yang ditetapkan, termasuk konsistensi sekolah dalam menjalankan budaya peduli akan lingkungan.

Menurut Fianda, pihaknya bersama tim rutin melakukan pemantauan maupun pembinaan terhadap perkembangan dan komitmen sekolah, sehingga predikat sekolah adiwiyata dapat tetap dipertahankan.

Karena jika sekolah tidak dapat mempertahankan komponen sebagai sekolah adiwiyata, maka predikat sekolah adiwiyata akan dilepas dari sekolah bersangkutan.

Kendati demikian, untuk di Kepulauan Bangka Belitung sekolah binaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum terjadi demikian, mengingat aturan pemantauan diterapkan per tahun 2019 dengan jangka waktu selama 4 tahun.

Melalui bimbingan yang ada dengan sekolah, pihaknya mengharapkan sekolah dapat menerapkan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan, yang tidak hanya dilakukan oleh penghuni sekolah saja, tetapi juga di lingkungan masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar