Kasus Kekerasan Seksual Anak Tinggi, Sandang Predikat KLA, Layakkah Beltim?

Ketua LPA Beltim, Imelda Handayani

KBRN, Belitung Timur : Kabupaten Belitung Timur (Beltim), merupakan salah satu daerah yang menyandang predikat Kabupaten Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA RI) tahun 2021 lalu.

Predikat tersebut menurut Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Beltim, Imelda Handayani, memang sudah layak diterima oleh Beltim, meskipun faktanya kasus kekerasan seksual terhadap anak cukup tinggi di daerah itu.

Karena penilaian KLA ditegaskannya, bukan hanya melihat dari persentase atau angka tingkat kasus. Akan tetapi, lebih kepada penanganannya.

Selain itu, juga didukung oleh instrumen lainnya seperti infrastruktur bangunan, adanya Peraturan Gubernur, Peraturan Bupati serta fasilitas penunjang lainnya.

“Penilaiannya kan dari Kemen PPPA, jadi kita memang menyodorkan bahwa ini datanya, bahwa untuk kasus pun kita tidak bisa menutupi, kita tetap melaporkan. Karena itu ada namanya data simfoni,” ujarnya kepada RRI.co.id, Sabtu (22/01/2022).

Dengan status Beltim sebagai KLA ditegaskannya, akan menjadi pemacu bagi LPA untuk terus berupaya sehingga ‘Kabupaten Satu Hati Bangun Negeri’ ini memang layak untuk anak-anak.

“Kasus itukan masalah sosial yang selalu timbul. Cuma sekarang bagaimana kita menyelesaikan kasus itu, bagaimana kita pendampingannya, bagaimana kita menyosialisasikan, mengadakan misalnya rakor,” jelasnya.

Selain itu diungkapkan Imelda, kasus kekerasan seksual terhadap anak tidak boleh damai, dan tetap dikawal sampai selesai.

“Bahkan kemarin kasus misalnya, ada pemerkosaan anak. Pengadilan menuntut lima tahun, tapi jaksa akhirnya banding, diketok palu sembilan tahun. Itu kan berarti memang semua berkomitmen untuk anak-anak, bahwa memang Undang-Undang Perlindungan Anak itu memprotect semua hak-hak anak di situ,” tandasnya. (Her)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar