Babel Optimalkan Peran Pendamping Pengelolaan Dana Desa 2022

KBRN, Sungailiat : Pendampingan Pengelolaan Dana Desa akan dioptimalkan di tahun 2022 melibatkan Pendamping Lokal tingkat Desa, Pendamping Desa ( PD ) Tingkat Kecamatan, Tenaga Ahli  ( TA ) di setiap kabupaten berjumlah 6 orang, dan 4 orang di Kabupaten Belitung untuk gencar melakukan sosialisasi pengelolaan dana desa tahun 2022 apalagi saat ini mendekati tahap penyusunan APBDes.

Hal ini disampaikan Ahmad Syahmirzan, Koordinator Tenaga Ahli Program Pemberdayaan Pembangunan Masyarakat Desa ( P3MD ) Kementrian Desa dan Transmigrasi Babel. Dikatakannya Pendamping Dana Desa berjumlah 207 orang se Babel akan mendampingi desa agar tidak mengalami salah penafsiran dalam penggunaan dana desa. Dari hasil Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Dana Desa Tahun 2021 lalu masih di dapati beberapa desa yang bermasalah dengan hukum dan tidak bisa mencairkan dana desa tahap ke 3.

‘Memang beberapa desa di Provinsi Bangka Belitung masih bermasalah termasuk bermasalah dengan hukum dan ada 2 desa di Babel 1 desa di Belitung dan 1 desa di Kab Bangka Tengah yang tidak bisa mencairkan dana desa tahp ke 3, dan itu sayang tidak dimanfaatkan” ujarnya.

Masih ditemuinya kendala dalam pengelolaan dana desa ini , disampaikan pihak desa dapat saling bersinergi dengan Pendamping dana desa yang merupakan tenaga ahli dari pegawai kementrian desa yang dibekali regulasi. Dari monev yang telah dilakukan ada beberapa desa yang sudah memanfaatkan peran pendamping dana desa sehingga hasilnya sesuai harapan.

Kepada pihak desa ia juga menghimbau tidak perlu takut dalam mengelola dana desa karena aturan dan regulasinya jelas, tahun 2022 ia optimis alokasi dana desa yang telah di bagi prosesntasenya dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya 40 persen untuk alokasi BLT, 20 Persen untuk Ketahananan Pangan, 8 Persen untuk penanganan Covid 19 dan sisanya 32 persen dapat dipergunakan desa  untuk keperluan di luar Pemulihan Ekonomi Nasional dengan mengedepankan skala prioritas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar