DBD Melonjak, Permintaan Trombosit Meningkat.

Ilustrasi DBD (foto : rri.co.id )

KBRN, Bangka : Merebaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangka berimbas meningkatnya permintaan darah trombosit di Unit Donor Darah (UDD) setempat.

Koordinator Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bangka, Tego mengatakan, permintaan trombosit tersebut meningkat mencapai lima kali lipat dari pada bulan bulan sebelumnya.

“Dalam minggu-minggu ini bahkan sampai 30 hingga 50 kantong kebutuhan trombosit dalam satu hari, termasuk malam kemarin 50 kantong dari berbagai golong darah,’ jelas Tego kepada RRI.co.id, Minggu (28/11/2021).

Ia mengatakan, untuk mendapatkan sekian persen trombosit itu berasal dari lima kantong darah segar.

“Jadi ini cukup krusial karena pendonor kita terbatas, termasuk para pendonor harus puasa tiga jam sebelum diambil darahnya,” kata Tego.

Sementara itu, Dokter RSUD Depati Bahrin Sungailiat, dr. Egha Zainur Ramadhani mengatakan, saat ini kamar perawatan di RSUD penuh dengan pasien DBD.

“Saat ini menjumpai kasus DBD jauh lebih mudah dibandingkan dengan kasus covid-19, kamar-kamar kita penuh dengan pasien DBB,” ujar Egha.

Dengan tingginya kasus DBD ini, permintaan kebutuhan trombosit juga meningkat tajam, padahal sebelumnya permintaan trombosit itu hanya untuk kasus-kasus yang langka.

“Seperti kanker atau faktor sakit yang lain, paling sebulan hanya butuh berapa kantong saja, tapi kalau sekarang, lipat hitungannya.

Kondisi seperti ini, dikatakan Egha sangat dibutuhkan kehadiran para pendonor-pendonor baru, karena stok pendonor aktif sudah kewalahan memenuhi permintaan tersebut.

“Harus ada para pendonor baru, semoga keterusan dan ketagihan bisa jadi pendonor rutin, ini membuktikan kita harus saling bahu membahu untuk memenuhi kebutuhan trombosit ini,” ungkapnya..

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar