Lama Menghilang, 5 Kasus Positif Covid-19 Kembali Muncul di Bangka

KBRN, Sungailiat : Setelah beberapa waktu menghilang, kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka kembali terjadi dan menambah daftar panjang kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka, yang mana pada hari ini Minggu 28 November 2021 bertambah 5 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dengan adanya penambahan kasus ini, masyarakat diminta untuk tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan secara maksimal, sehingga kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka dapat ditanggulangi.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka Boy Yandra menuturkan, lima orang yang terpapar Covid-19 ini adalah satu keluarga yakni suami istri dan 3 orang anak, yang mana kelimanya dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan tes antigen dan PCR.

Menurut Boy Yandra, mengingat salah satu pasien adalah berstatus siswa di SMP 3 Merawang sehingga pihak Satgas Covid -19 Bangka menginstruksikan pihak sekolah agar meniadakan kegiatan belajar mengajar dan akan dilakukan tracking guna memutus mata rantai penyebarluasan virus Covid-19.

" Kabupaten Bangka hari ini tanggal 28 November 2021 ada penambahan pasien terpapar positif Covid-19 sebanyak 5 orang yang mana inisial STT (55) tahun bersama istri dan anak-anaknya dinyatakan positif covid baik dari antigen maupun PCR nya, dan untuk anaknya berinisial NM (14) tahun yang bersekolah di SMP 3 Merawang dan kita sudah memerintahkan Kepala Diknas agar menutup sekolah selama 3 hari dan menghentikan kegiatan belajar tatap muka untuk dilakukan tracking," katanya, Minggu (28/11/2021).

Dari penambahan 5 kasus Covid 19 tersebut, maka pihak Satgas Covid-19 Bangka mencatat kasus aktif yang masih ada dan terjadi saat ini adalah terdapat 13 kasus.

" Jadi untuk jumlah keseluruhan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 9.821, sembuh 9.445, meninggal dunia 363, dan kasus aktif 13 orang, yang mana daerah terbanyak yakni Kecamatan Sungailiat 6 orang, Merawang 5 orang, Puding Besar 1 orang dan Riau Silip 1 orang," pungkasnya.

Diharapkan, mengingat masih adanya kasus Covid-19 ini, masyarakat tidak mengendurkan penerapan prokes Covid-19 secara maksimal, serta harus dapat ikut serta memiliki kepedulian dalam hal mengikuti kegiatan percepatan vaksinasi yang terus digencarkan saat ini, (RD).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar