Pentingnya Perlindungan Bagi Saksi & Korban Tindak Pidana

Wakil Ketua LPSK, Susilaningtias.

KBRN, Pangkalpinang : Dalam rangka meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perlindungan saksi dan korban melalui peran kelompok masyarakat sipil, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menggelar kegiatan galang solidaritas program perlindungan berbasis komunitas sahabat saksi dan korban.

"Hadirnya kita di sini untuk mengajak seluruh komponen masyarakat agar bekerjasama memberi perlindungan terhadap saksi dan korban dari kasus tindak pidana yang ada di daerah," kata Wakil Ketua LPSK, Susilaningtias usai kegiatan galang solidaritas di Kantor Gubernur Babel, Kamis (30/6/2022).

Menurut Susilaningtias, LPSK hadir di Babel untuk menjaring dan merekrut sahabat komunitas saksi dan korban sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya perlindungan saksi dan korban bersama LPSK.

"Jika disini sudah ada komunitas sahabat saksi dan korban, akan memudahkan masyarakat mengetahui hak-hak saksi dan korban apa saja dan bagaimana cara  mengakses LPSK. Pembentukan komunitas sahabat saksi dan korban ini ada dari masyarakat luas, mahasiswa, aparat sipil pemerintah daerah," jelasnya.

Untuk di Babel LPSK sudah membantu menangani beberapa kasus seperti kasus pelanggaran HAM berat, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, Terorisme dan ti dak pidana korupsi. LPSK juga diminta menjadi ahli dalam menghitung ganti kerugian untuk saksi dan korban tindak pidana di Babel.

Selama ini sudah ada sahabat yang membantu LPSK menerima permohonan perlindungan, meski hanya mengindikasikan ada saksi dan korban yang terancam bahkan ada yang memberi tempat perlindungan.

"Semoga semua masyarakat di babel berpartisipasi LPSK memberi bantuan karena bantuan sekecil apapun sangat berharga bagi keselamatan saksi dan korban kejahatan di indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Babel, Naziarto mengatakan, Pemerintah Provinsi Babel sangat mengapresiasi program-program yang diinsisasi oleh LPSK, dalam memberi pemahaman tentang pentingnya perlindungan terhadap saksi dan korban dalam setiap peristiwa pidana.  Dia menerangkan, hadirnya LPSK dapat menjadi harapan semakin berkembangnya proses keadilan penegakan hukum di IndonesiaIni dibuktikan dengan banyaknya laporan yang masuk sejak 2017 sampai 2021 ada 8.776 permohonan perlindungan yang diajukan ke LPSK.

"Namun di sisi lain angka tersebut tidak berbanding lurus dengan jumlah tindak pidana yang terjadi. Dan inilah yang menjadi perhatian kita bersama dalam memberi pemahaman hukum ke masyarakat awam," ujar Naziarto, (DE-RD).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar