Rakor Sawit se-Babel 'Telurkan' Dua Keputusan

Syarly Novriansyah

KBRN, Bangka : Sebanyak 2 (dua) keputusan ditelurkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, kabupaten/kota, perusahaan kelapa sawit dan pekebun yang dilaksanakan secara virtual, Sabtu (25/6/2022).

Hal inilah yang disampaikan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Syarli Novriansyah seusai pelaksanaan rakor.

“Keputusannya, pertama Pemerintah Provinsi Bangka Belitung akan mengajukan permohonan kepada kementerian terkait berapa usulan agar pemerintah pusat mempermudah syarat izin ekspor dan kedua, meminta pajak ekspor diturunkan, karena 2 hal inilah penyebab turunnya harga sawit dan memberatkan petani. Dari provinsi juga menekankan permasalahan yang ada di bawah dilaporkan ke provinsi, yang banyak keluhan ini dari pengusaha pabrik kelapa sawit," katanya kepada rri.co.id, di Sungailiat.

Untuk saat ini diakui Syarli jika Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka belum dapat berbuat banyak, mengingat kebijakan berada di pintu ekspor. Dan sejauh ini pihaknya terus membangun komunikasi dengan pengusaha kelapa sawit ataupun pabrik kelapa sawit agar tetap melayani masyarakat. 

Pihaknya menghimbau agar panen sawit masyarakat dapat dibeli secara langsung, sekalipun tangki timbun sawit di perusahaan hampir full. Sejauh ini dari hasil pemantauan di lapangan pabrik kelapa sawit masih menampung sawit dari petani.

Mengingat menurunnya harga tandan buah sawit (TBS) ini terjadi secara nasional, ke depan pemprov yang merupakan perwakilan pusat di daerah akan segera menyampaikan aspirasi, berharap akan ada kebijakan untuk menindak lanjuti kondisi yang ada agar lebih pro kepada petani.

Selain itu ia juga mengharapkan petani atau pekebun sawit di wilayah Bangka Belitung selain tetap merawat perkebunan sawitnya, juga tidak perlu gusar ataupun enggan memanen sawitnya dengan alasan harga yang rendah ditambah juga harus memenuhi biaya panen dan transport.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar