Resmikan Program Reklamasi Pasca Tambang, Pj Gubernur Babel : PT. MSP Contoh Yang Baik

KBRN, Bangka : Penjabat (PJ) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin meresmikan Program Reklamasi Pasca Tambang di Bangka Belitung.

Dan lokasi milik PT. Mitra Stania Prima (MSP), Mapur, Kabupaten Bangka, menjadi tempat pencanangan program tersebut.

“Ini adalah pencanangan gerakan reklamasi pasca tambang, kita memilih tempat di lokasi PT. MSP ini, sementara perusahaan lain juga banyak yang terlibat. PT. MSP ini kita pilih sebagai salah satu contoh yang baik,” kata Ridwan kepada rri.co.id, Rabu (25/5/2022).

PJ Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin

Program reklamasi pada lahan bekas tambang ini menurut Ridwan bagaikan 2 (dua) sisi mata uang. Di satu sisi bisa mendapatkan nilai ekonomi dari kandungan timah, dan di sisi lain kelestarian lingkungan beserta ekosistem yang ada di dalamnya juga tetap terjaga.

“Kalau Saya lihat sepintas di sini PT. MSP sudah bagus, walaupun ada beberapa aspek kita akan lihat terus apa yang harus dilakukan penyempurnaan. Selain itu kebijakan perusahaan tadi sudah dijelaskan oleh tenaga teknisnya sudah memadai, sejalan dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Sementara Direktur Utama PT. MSP, Aryo Puspito Setyaki Djojohadikusumo mengungkapkan, reklamasi pasca tambang yang dilakukan pihaknya pada tahun 2022 ini seluas 5,7 hektar. Selain reklamasi, pihaknya juga melakukan rehabilitasi pada Daerah Aliran Sungai (DAS).

Dirut PT. MSP, Aryo Djojohadikusumo (kanan)

“Reklamasi yang kita lakukan tahun ini ada sekitar 5,7 hektar, dan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai yang kita lakukan sudah hampir selesai 27 hektar. Tahun ini kita akan mulai di sebelah utara 80 hektar untuk menanam kembali hutan lindung yang sempat rusak,” ungkap Aryo.

Lebih jauh ditambahkannya, bahwa PT. MSP sejak awal sudah berkomitmen menerapkan kaidah penambangan yang benar sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Harapannya, apa yang dilakukan perusahaan dapat memberi kontribusi nyata tidak hanya bagi pemerintah namun juga bagi masyarakat sekitar.

“Kami di Mitra Stannia Prima bertekad untuk menerapkan kaidah pertambangan yang benar, sekaligus juga memberi penyuluhan kepada warga di sini cara menambang yang benar. Kalau dulu kita menanam jambu mete, tahun ini kita tambah juga dengan sengon, juga kayu putih. Pokoknya yang kita tanam yang ada nilai ekonomisnya supaya masyarakat menikmati hasil reklamasi ini,” pungkasnya. ( IA - NV )

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar