UMKM Maju; Punya Mental Berani Tampil Beda

KBRN; Pangkalpinang : Mental menjadi kunci utama produk UMKM dapat diterima pasar.

Hal ini dikatakan Ketua Persatuan Pedagang Milenial Indonesia (PPKM) Kepulauan Bangka Belitung Raden Nico Akbar dalam dialog interaktif Beranda Nusantara RRI Sungailiat bertajuk Sinergitas Membangun Kejayaan UMKM di Studio Mini RRI lantai 4 kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

"Kejayaan UMKM bisa bangkit dimasa saat ini adalah mental berani, tampil beda produknya sehingga dapat di terima pasar," kata Nico sapaan akrabnya.

Ia menambahkan selama ini para pelaku UMKM di Babel tidak berani tampl beda menjadi pesaing.

"Tidak berani explore diri menjadi produk sebagai pesaing, saya pedagang es Boba, ada beberapa banyak yang sama dengan saya, nah kalau saya tidak mampu beda akan sulit , salah satu triknya harus mempunyai khas dan beda, selama ini tidak sepenuhnya berani.

Dicontohkannya tampil beda dapat lakukan dari hal - hal kecil.

"Misalnya dari susu bagaimana kalau biasanya Boba itu pakai susu jadi nah kita menggunakan susu racikan sendiri," tambahnya.

Saat ini menurut Nico  ada sekitar 700 an pedagang Milenial tergabung dalam PPKM.

Sementara itu disisi lainnya Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil menilai perlu ada perubahan pola fikir masyarakat untuk dapat maju dalam segala hal termasuk dalam mengembangkan produk UMKM.

"Dari pantauan saya Babel dan  Pangkalpinang ini khususnya, kampung sudah lewat kota belum  nyampe jadi memang culture (budaya) nya harus diubah mindsednya harus dirubah, harus belajar banyak jangan seperti mata kuda," ungkap Walikota

Sebagai Pemerintah Daerah diakui Walikota yang akrab disiapa Molen ini telah melakukan upaya - upaya untuk membantu para pelaku UMKM. Namun disesalkannya bantuan itu justru cendrung menjadikan masyarakat terus mengharapkan bantuan Pemerintah.

"Kita sebagai Bapaknya sudah menyiapkan tapi kadang cengeng juga mau nya di fasilitasi semua, mana ada yang sukses semuanya difasilitasi, jadi struktur harus merubah culture. Seperti saya menertibkan dan membangun kota di bilang macem - macem padahal kita bikin untuk menarik orang dan upaya kita menuju, menjadi kota metropolis," sesalnya.

Walikota Pangkalpinang Maulan Aklil juga menghimbau untuk mengadopsi kegigihan warga Tionghoa yang dinilainya sebagai pekerja keras.

"Kita tiru tidak apa - apa jelas kok di Al-Qur'an juga ada Tuntut Ilmu sampai ke negeri cina," tukasnya.

Dalam mendukung geliat UMKM di Bangka Belitung saat ini sedang digiatkan sistem pemasaran melalui digital. Dalam hal ini peran Bank Indonesia melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) cukup mendorong para pelaku UMKM berkembang dan maju.

"Tidak semua UMKM kita bantu karena kita punya tugas pokoknya, nah tugas kita mendorong UMKM ini diantaranya bagaimana mendorong expor, mendukung standarisasi untuk expore, mendukung mengembangkan bahan baku yang berkelas yang memang sangat banyak, bantuan untuk meningkatkan kapasitas buildeng bantuan kita bagaiaman mensupport transaksi pembayaran bagaimana digitalisasi bisa masuk kita menggunakan QRIS," kata Kepala perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung Budi Widihartanto di Bank Indonesia Kepulauan Bangka Belitung.

QRIS ini dikatakan Budi Widihartanto akan sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM terlebih saat kondisi pasar terus berkembang.

"Pada saat pasarnya besar Qris ini penting, tamu potensial beli oleh - oleh pada saat pembayaran langsungkan sudah ampai isitu saja,  tapi kalau online Qris kita bisa menggunakan WA juga  secara online, dari rumah bisa, ini dapat meningkatkan transaksi digitalisasi, meningkatkan incom bagi UMKM," pungkasnya. (WS).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar