Gernas Bangga Buatan Indonesia Ajak Masyarakat Cintai Produk UMKM Lokal

Produk UMKM Lokal Kerajinan Tas Lidi Nipah

KBRN, Pangkal Pinang : Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ( BBI ) mengajak masyarakat mencintai dan menggunakan karya anak bangsa terutama produk UMKM Lokal. Apalagi tahun ini Bangka Belitung menjadi tuan rumah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang dilaksanakan di kawasan Tanjung Kelayang Belitung 20 -22 Mei 2022.

Dalam rangkaian BBI ini, pelaku UMKM setempat di libatkan menampilkan produk buatan lokal dengan bahan baku asli daerah setempat. Diakui Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Pangkal Pinang, Donal Tampubolon, Jum’at ( 20/5/2022 ) mengatakan produk lokal Bangka Belitung prospeknya cukup menjanjikan dan memiliki orientasi ekspor serta produk produk buatan Indonesia tidak kalah dengan produk daerah lain salah satunya produk lidi nipah.

“Lidi nipah selain bahannya ada di kita, dan lidi nipah ini orientasi ekspornya tuh cukup menjanjikan, kita ketahui Babel sudah melaksnakaan ekspor, yang pertama bahan mentah yang sekarang bahan jadi, jangan sampai mengirim bahan mentah terus keluar, orang luar, agar ada nilai tambah,“ ujarnya.

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang di luncurkan Presiden RI Joko Widodo 14 Mei 2020 lalu, membuat semua pihak berperan untuk menggerakan produk produk lokal agar lebih diminati dengan melakukan pembinaan dan pelatihan secara kontinu sehingga  kualitas produk lokal lebih berkualitas serta memunculkan pelaku UMKM baru.

“Tahun 2022 ini saat ini telah menyelenggarakan pembinaan dan pelatihan untuk 2 UMKM di Pangkal Pinang, sudah 2 kali pelatihan, yang melatih pak risanda di desa kace sudah menghasilkan 80 pengarajin lidi nipah, 40 untuk 1 angkatan generasi ibu ibu, dan pelatihan angkatan ke 2 generasi nya yang muda bahkan mahasiswa, kita ajarkan yang muda untuk mencintai kerajinan.” Ujarnya.

Pelaku UMKM dari Kabupaten Bangka Tengah, Matahari, yang terjun langsung dalam pengolahan lidi nipah, mengakui banyak sekali manfaat yang di rasakan dengan adanya pelatihan yang di jalani ,bimbingan dari dinas terkait sehingga kreatifitasnya membuahkan hasil dan di minati konsumen.

“Kita ada bahan lidi nipah, di arahkan memproduksi agar produksi ini dikenal, saya coba buat tas, setelah kita kirim sample produk ke koperasi. pengen sekali memperkenalkan bahwa lidi nipah ini bisa dibuat apa saja. kami fokusnya ke situ, setelah di beri pelatihan rutin, timbulnya ide , apalagi, bahannya ada di kita, dari pada ekspor mentah sehingga berusaha membuatn produk bahan jadi,  UMKM di arahkan pihak terkait melakukan inovasi terbaru.” ujarnya.

Kini UMKM yang di jalaninya telah menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 12 orang , mampu menghasilkan hingga ratusan tas dan berbagai olahan lidi nipah yang di pasarkan di wilayah Sumbagsel, dan harapannya dengan di launchingnya Gernas BBI di Bangka Belitung, masyarakat dapat lebih mencintai produk dalam negeri khususnya mengajak masyarakat untuk membeli produk dari UMKM Lokal.

Sementara itu, dari pelaku usaha yang telah go internasional, Isnawati Hadi yang berkecimpung di dunia fashion dengan produk kain cual khas Bangka Belitung yang telah melanglang dunia, dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang baru di launching mengharapkan agar masyarakat, pemangku kepentingan dapat membeli produk lokal.

“Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Babel, Pemkot Pangkal Pinang, UMKM yang berasal dari kota Pangkal Pinang, Mitra Bank Indonesia, CSR PT Timah, kita di support mereka, kita sampai terkenal keluar tidak lepas support, menghimbau sekarang lagi Bangga Buatan Indonesia, diharapkan untuk pemerintah setempat pakai dan belilah produk lokal, seragam daerah,“ jelasnya.

Seiring perkembangan zaman dan tren , produk lokal dengan kain yang menjadi ciri khas cual Bangka Belitung juga harus bertranformasi yang semula pengerjaannya menggunakan cara tradisional yang memakan waktu lama, kini sudah dilakukan menggunakan proses printing, sehingga dapat di produksi lebih cepat dan murah.

Adanya event yang dilaksanakan secara nasional maupun internasional dan promosi produk lokal melalui media sosial, baginya memiliki dampak positif bagi pelaku usaha dan UMKM. Dan event besar ini menjadi peluang bagi UMKM untuk mengenalkan produk lokal kepada dunia luar seperti halnya cual yang telah di kenalkannya hingga ke kawasan eropa.

Dan ia juga tak menampik, selama pandemi ia juga mengakui sektor fashion mengalami terjun bebas hingga mencapai 80 persen, dan produksi sempat terhenti namun seiring waktu bertahap kembali pulih dan kini mulai merangkak naik hingga 60 persen apalagi sudah mulai dilaksanakannya kembali event nasional salah satunya melalui Gerakan Nasional  BBI mendapatkan respon positif  dari masyarakat yang mencintai produk lokal milik anak bangsa, (NF-RD).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar