LP5 Babel : Subsidi Minyak Goreng Sudah Tepat, Perlu Pemantauan Jangan Hilang Di Pasaran

Jumli Jamaludin , Ketua LP5 Babel

KBRN, Sungailiat : Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung ( LP5 Babel )  menyoroti hal yang menjadi keluhan masyarat terkait kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok termasuk minyak goreng. Berdasarkan fakta di lapangan keberadaan subsidi minyak goreng yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 14 ribu rupiah, masih ditemukan pedagang menjual dengan harga diatas harga yang ditetapkan dan keberadaanya di market seharga 14 ribu rupiah juga langka.

Hal ini disampaikan oleh Jumli Jamaludin, Ketua LP 5 Babel, Selasa ( 25/1/2022) di Pangkal Pinang. Dikatakannya kondisi ini seharusnya dari pihak Pemerintah Provinsi Bangka Belitung termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung melakukan pemantauan secara langsung dan mengecek di lapangan barang pokok di pasaran dan mengecek harga sehingga keluhan masyarakat bisa ditindak lanjuti. langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Babel melakukan pasar murah dengan adanya subsidi sudah tepat, namun disayangkan masih ada ditemui penyalahgunaan.

“ Minyak Goreng itukan hilang, yang harusnya dapat di beli seharga 14 ribu rupiah, tapi barangnya nggak ada, hal ini harus dipertegas lagi oleh pemeriksa. yang jadi masalah ini, pemerintah sudah melakukan pasar murah, namun yang mendapatkannya itu bukan masyarakat pada umumnya yang masyarakat yang memang ekonominya pas pasan. Yang ini harus menjadi perhatian pemerintah. Bahkan pihak terkait penyelenggarakan pasar murah, tapi yang mendapatkannya dari keluarga oknum dari ASN, itu yang menjadi keluhan masyarakat juga selama ini sebetulnya.” Ujarnya.

Untuk itulah, dikatakannya jalur pendistribusi barang kebutuhan pokok di pasaran perlu di control pihak terkait mulai dari agen besar dan distributor kemana saja barang yang telah didistribusikan sehingga terpantau, apabila disinyalir ada indikasi penyimpangan akan dapat segera diketahui dan dilakukan penindakan.

Selain itu perlu juga dilakukan antisipasi, terutama pihak penyelenggara kegiatan pasar murah untuk menjalin koordinasi dan menginformasikan kepada pihak RT/ RW yang tau kondisi masyarakatnya sehingga pasar murah tepat sasaran khususnya bagi mereka yang berpenghasilan menengah kebawah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar