IKN Nusantara, Cita dan Mimpi Besar Indonesia

KBRN; Pangkalpinang : Budayawan dan Sejarahwan Kepulauan Bangka Belitung Datok Sri Akhmad Elvian menilai penamaan Nusantara sebagai Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia yang baru di Kalimantan oleh Presiden RI Joko Widodo sejalan dengan cita – cita besar Bangsa Indonesia.

“Ini menunjukkan bahwa kita memiliki mimpi dan cita – cita besar, Nusantara itu menggambarkan kekuasaan wilayah Republik Indonesia yang luas sebagaimana cita – cita Mahapatih Gajah Mada, Jadi Presiden Jokowi kira- kira memiliki mimpi dan cita – cita yang besar terhadap kekuasaan wilayah Republik Indonesia yang berdaulat,” kata Datok Sri Akhmad Elvian yang juga Sekretaris Lembaga Adat Melayu Negeri Serumpun Sebalai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada rri.co.id, Minggu (23/1/2021) menanggapi penamaan Nusantara oleh Presiden Joko widodo terhadap IKN Indonesia yang baru.

Ia menjelaskan kata Nusantara pada awalnya ditemukan dalam kitab Negara Kertagama karya Empu Prapanca yang menyatakan Sumpah Palapa oleh Patih Kerajaan Majapahit Gajah Mada.

“Antara lain itu berbunyi, “lawun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring seran, tanjung pura, ring haru, ring pahang, dompo, ring bali, sunda, palembang, tumasik, samana isun amukti palapa,” nah dari sumpah ini menunjukkan kata Nusantara wilayah kekuasaan Majapahit yang luas meliputi hampir semua wilayah Asia Tenggara termasuk kepulauan Indonesia” ujarnya

Mengutip laman Wikipedia Sumpah Palapa Patih Kerajaan Majapahit Gajah Mada itu bermakna, "Jika telah menundukkan seluruh Nusantara dibawah kekuasaan Majapahit, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa". Dan menurut Datok Sri Akhmad Elvian termasuk didalamnya wilayah Kepulauan Bangka Belitung yang berada dibawah kekuasaan Majapahit meski tidak disebutkan secara langsung dalam kitab Negara Kertagama karya Empu Prapanca.

“Khusus wilayah Bangka dan Belitung juga merupakan wilayah kekuasaan Majapahit, itu kita ketahui dari Hikayat Raja – Raja Pasai,” ungkapnya

Dalam catatan sejarah Republik Indonesia, Akhmad Elvian juga mengungkapkan cita – cita besar tersebut juga pernah dicetuskan dalam sidang BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Cosakai pada tanggal 11 Juli 1945.

“Dalam sidang itu menentukan wilayah Indonesia yang akan merdeka meliputi wilayah bekas Hindia – Belanda, Malay, Borneo Utara, Papua, Timor, Portugis dan pulau disekelilingnya,” tambahnya

Meskipun pada sidang PPKI 18 Agustus 1945, setelah Presiden Soekarno menghadap Jendera Terauci dan menyatakan bahwa wilayah Indonesia hanya meliputi wilayah Hindia – Belanda tidak kurang dan tidak lebih, memupuskan cita dan mimpi besar Gajah Mada dan BPUPKI, namun beberapa fakta sejarah tersebut cukup membuktikan bahwa kata Nusantara sangat tepat dijadikan sebagai nama Ibu Kota Baru bagi Republik Indonesia

“Nah ini sekali lagi bahwa para pemimpin bangsa kita, Founding Fathers kita memang memiliki mimpi dan cita – cita yang besar, sampai saat ini yang ditunjukkan keinginan Presiden Jokowi membangun Ibu Kota Negara baru dinamakan Nusantara yang syarat makna keinginan memiliki wilayah kekuasaan yang luas bagi Indonesia yang merdeka,” pungkasnya. (WS)

 ​​​​​​- Foto : Ilustrasi/Istimewa

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar